Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) menargetkan perbaikan 100 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sepanjang 2026.
Program tersebut dilaksanakan dalam dua tahap. Sebanyak 50 unit rumah telah selesai diperbaiki, sedangkan 50 unit lainnya saat ini masih dalam proses pengerjaan.
Kepala Bidang Kawasan Permukiman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Banjarmasin, Hizbul Wathony, mengatakan, pelaksanaan program RTLH tahun ini dilakukan secara bertahap agar proses perbaikan dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Untuk tahun 2026 ini, ada 100 unit rumah yang kami tangani. Pelaksanaannya dibagi menjadi dua tahap, yakni 50 unit sudah selesai dan 50 unit berikutnya saat ini masih berproses,” ujar Thony, Rabu (4/11/2026) sore.
Ia menjelaskan, program perbaikan RTLH tersebut bersumber dari APBD Kota Banjarmasin. Besaran bantuan untuk setiap unit rumah mengacu pada petunjuk teknis (juknis) yang ditetapkan, yakni sebesar Rp20 juta per unit.
Dari total bantuan tersebut, sekitar 17,5 persen dialokasikan untuk pembelian bahan bangunan, sedangkan 2,5 persen untuk upah pengerjaan. Sementara itu, masyarakat turut berpartisipasi dalam pelaksanaan perbaikan rumah, termasuk menyiapkan tenaga tukang dan memenuhi kebutuhan yang belum tercakup dalam bantuan.
“Bantuan yang diberikan memang untuk membantu perbaikan rumah, tetapi masyarakat juga diharapkan berpartisipasi. Sebab, dengan anggaran yang tersedia, tidak semua kebutuhan perbaikan bisa dipenuhi, sehingga ada bagian yang perlu disiapkan oleh pemilik rumah,” jelasnya.
Thony menambahkan, perbaikan rumah disesuaikan dengan kondisi masing-masing bangunan. Pekerjaan dapat meliputi perbaikan atap, plafon, dinding, hingga lantai, sesuai dengan tingkat kerusakan dan kebutuhan rumah penerima bantuan.
“Untuk tahap kedua, saat ini proses pengantaran material bangunan telah berjalan. Setelah material tersedia, pengerjaan fisik akan dilanjutkan hingga seluruh unit rumah selesai diperbaiki,” jelasnya.
Ia optimistis seluruh target perbaikan 100 unit RTLH pada 2026 dapat diselesaikan sesuai jadwal. Pihaknya memperkirakan pengerjaan tahap kedua dapat rampung pada akhir November 2026.
“Sekarang sudah masuk proses pengantaran material. Setelah itu, pengerjaan perbaikan rumah dilanjutkan. Kami berharap seluruhnya bisa selesai sesuai target, diperkirakan pada akhir November nanti,” katanya.
Terkait sebaran penerima bantuan, Thony menyebut jumlah rumah yang ditangani di setiap wilayah menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di lapangan. Wilayah Banjarmasin bagian selatan dan barat diperkirakan memiliki jumlah penerima lebih banyak dibandingkan sejumlah wilayah lainnya karena masih terdapat rumah yang membutuhkan penanganan. PW![]()








