Pemerintah Kota Banjarmasin terus mendorong peningkatan transaksi nontunai melalui penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), khususnya dalam pembayaran pajak dan retribusi daerah.
Upaya tersebut dilakukan melalui program undian berhadiah yang bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) dan difasilitasi Bank Kalsel. Program ini berlangsung selama tiga bulan, mulai September hingga November 2026, dengan pengundian hadiah dilakukan setiap bulan.
Kepala Bidang Penetapan Pajak BPKPAD Kota Banjarmasin, Nanda Dharmawan, mengatakan, pengundian pertama telah dilaksanakan pada Oktober 2026 dengan empat kategori pemenang, yakni juru parkir, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), serta Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Untuk pengundian pertama, ada empat kategori pemenang. Kategori juru parkir, kategori PBB, kategori PBJT restoran, dan kategori ASN,” ujar Nanda, Rabu (4/11/2026) sore.
Ia menjelaskan, masing-masing kategori memiliki hadiah berbeda. Pemenang kategori juru parkir mendapatkan satu unit sepeda motor matic, sedangkan pemenang kategori PBJT memperoleh Smartphone.
“Pemenang kategori PBB dan kategori ASN dengan transaksi QRIS terbanyak masing-masing mendapatkan Smartphone juga,” jelasnya.
Nanda menambahkan, hadiah pada pengundian bulan pertama dan kedua berupa sepeda listrik. Adapun hadiah pada pengundian terakhir, yang menggunakan transaksi selama November dan dilaksanakan pada Desember 2026, memiliki nilai lebih besar sesuai kategori yang telah ditentukan.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya bertujuan memberikan apresiasi kepada masyarakat dan ASN yang aktif menggunakan QRIS, tetapi juga mendorong perluasan digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi daerah.
“Alhamdulillah, antusiasmenya cukup baik. Berdasarkan grafik yang ditampilkan Bank Kalsel, penggunaan QRIS menunjukkan perkembangan. Dengan sosialisasi dan program undian ini, kami berharap semakin banyak masyarakat maupun ASN yang beralih ke transaksi nontunai,” tambahnya.
Ia menyebutkan, berdasarkan data sementara yang disampaikan dalam evaluasi program, peningkatan partisipasi diperkirakan berada di kisaran 50 persen. Namun, pihaknya masih terus mendorong penggunaan QRIS agar semakin luas, khususnya di kalangan juru parkir. PW![]()








