29 C
Banjarbaru
Rabu, November 4, 2026
spot_img

Cegah Sebelum Parah! Banjarmasin Perkuat Pengendalian Penyakit

Tantangan di sektor kesehatan saat ini semakin kompleks. Di sisi lain, ancaman penyakit menular seperti TBC dan HIV/AIDS masih memerlukan perhatian serius, laju Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, kencing manis dan ISPA turut menunjukkan tren yang patut diwaspadai.

Hal ini mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin menggelar rapat koordinasi, advokasi, dan sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), bertempat di Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Rabu (4/11/2026).

Berlangsung selama dua hari, kegiatan dibuka langsung oleh Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR, diikuti Camat, Kepala Puskesmas se- Kota Banjarmasin beserta jajaran perangkat daerah terkait.

Forum ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi, memperkuat konsolidasi, serta memacu semangat para tenaga kesehatan maupun pemangku kepentingan lintas sektor agar bergerak seirama dalam pelayanan kesehatan.

Dalam arahannya, Wali Kota Yamin menyebut bahwa pembangunan sektor kesehatan merupakan salah satu pilar penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, maju, dan sejahtera di Kota Banjarmasin.

Secara khusus, Wali Kota juga menyoroti tingginya kasus hipertensi dan menekankan pentingnya langkah preventif yang didukung anggaran masif.

“Kalau tidak salah, kasus hipertensi di tempat kita termasuk yang tinggi. Ini jadi catatan penting, pada tahun 2027 mendatang alokasi anggaran penanganan hipertensi akan disiapkan sekitar Rp800 juta. Karena itu, sosialisasinya harus kita lakukan jauh lebih masif lagi di masyarakat,” ujarnya.

Untuk mendukung target tersebut, Wali Kota menekankan pentingnya kolaborasi intersektor. Beliau juga mengibaratkan pemerintahan yang ia pimpin layaknya awak di dalam satu kapal besar.

“Sering saya sampaikan kepada seluruh kepala SKPD dan jajaran bahwa kita semua ini berada di dalam satu kapal yang besar. Di dalamnya kita sama-sama mengayuh dan mendayung. Tidak boleh ada lagi yang namanya ego sektoral atau merasa ingin lebih kencang sendiri. Kita harus mengayuh bersama dengan gerakan dan alunan yang sama, agar perahu ini sampai pada tujuan dengan lebih baik,” tuturnya.

“Kita harapkan, rapat koordinasi hari dapat memperkuat sinergi dan penyamaan persepsi seluruh pemangku kepentingan. Ini penting sehingga upaya pencegahan dan pengendalian penyakit di Kota Banjarmasin dapat berjalan lebih terarah, dan berkelanjutan,” tutup Yamin.

Sementara itu, Kepala Dinkes Banjarmasin Yanuar Diansyah mengatakan pentingnya konsolidasi terhadap pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P).

Menurutnya, kegiatan ini dirancang untuk mencapai dua sasaran utama.

“Pertama berkaitan dengan kualitas layanan, kita ingin mengoptimalkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) kesehatan daerah melalui P2P, termasuk upaya pencegahan dan penanganan penyakit seperti DBD maupun potensi penyakit lainnya secara cepat dan tepat,” jelas Yanuar.

“Selain itu menjadi wadah strategis bagi penguatan lintas sektor antar SKPD maupun 28 Puskesmas se-Kota Banjarmasin sehingga kita bisa menyusun rencana aksi terpadu berdasarkan kondisi riil kesehatan masyarakat saat ini,” tambahnya.

Sebagai bentuk motivasi dan penghargaan atas dedikasi luar biasa dalam memberikan pelayanan yang prima, juga diserahkan penghargaan kepada sejumlah Puskesmas dengan Capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Terbaik Kota Banjarmasin sepanjang 2026 hingga Triwulan 3.

Berikut daftarnya:
Program Hipertensi (Puskesmas Pemurus Baru)
Program Diabetes Mellitus (Puskesmas Sungai Andai)
Program Usia Produktif (Puskesmas 9 Nopember)
Program ODGJ (Puskesmas Alalak Selatan)
Program TBC (Puskesmas Sungai Bilu)
Program HIV (Puskesmas Terminal). *Stn

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img