32.5 C
Banjarbaru
Rabu, November 4, 2026
spot_img

Bermodal HP, Norma Dhani Buktikan Keterbatasan Bukan Penghalang Raih Juara Film Kreativesia Kalsel 2026

Tidak semua karya hebat lahir dari peralatan mahal dan fasilitas profesional. Hal itu dibuktikan Norma Dhani (29), seorang karyawan retail di salah satu pusat perbelanjaan di Banjarmasin, yang berhasil meraih Juara III kategori film dalam ajang Kreativesia tingkat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) 2026, meski hanya bermodalkan telepon genggam (HP).

Prestasi tersebut terasa istimewa bagi Norma. Pasalnya, kompetisi yang diselenggarakan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalsel itu merupakan pengalaman pertamanya mengikuti perlombaan kategori film.

Saat dihubungi melalui telepon, Rabu (4/11/2026), Norma mengaku tidak menyangka bisa menjadi salah satu pemenang. Terlebih, ia harus bersaing dengan sekitar 15 peserta yang telah lolos seleksi, sebagian di antaranya memiliki pengalaman serta didukung peralatan produksi film profesional.

“Alhamdulillah, ulun menjadi salah satu pemenang juara tiga kategori film. Ini pertama kalinya ulun mengikuti lomba film. Perasaannya tentu senang dan bangga, karena sebenarnya tidak menyangka bisa menang,” ungkapnya.

Di balik pencapaian itu, ada tantangan yang tidak sederhana. Peserta hanya diberikan waktu satu hari sebelum kompetisi untuk mempersiapkan produksi film. Bahkan, tema yang harus diangkat baru diketahui sehari sebelum perlombaan dimulai.

Tema yang diberikan panitia adalah kuliner khas Banjar. Setiap peserta memperoleh objek kuliner secara acak, mulai dari makanan ringan, minuman hingga makanan berat.

Norma mendapatkan tema makanan ringan dan memilih tapai Gambut sebagai objek film yang diproduksinya.

Waktu yang sangat terbatas membuatnya harus bergerak cepat. Mulai dari mencari narasumber, menentukan lokasi pengambilan gambar, menyusun konsep hingga melakukan proses syuting, semuanya harus diselesaikan dalam satu hari.

Tantangan belum berhenti sampai di situ. Pada hari berikutnya, seluruh peserta dikumpulkan di satu tempat untuk menjalani proses penyuntingan atau editing. Mereka hanya memiliki waktu satu hari untuk menyelesaikan film yang telah diproduksi.

“Jadi, tantangannya memang waktu yang sangat terbatas. H-1 baru diberikan tema, besoknya langsung mencari narasumber, lokasi syuting dan melakukan pengambilan gambar. Hari berikutnya editing, dan semuanya harus selesai pada hari itu juga,” jelasnya.

Di tengah persaingan dengan peserta lain yang menggunakan kamera dan perlengkapan produksi profesional, Norma justru mengandalkan perangkat sederhana berupa HP miliknya.

Bukan karena ingin tampil berbeda, melainkan memang itulah satu-satunya peralatan produksi yang dimilikinya. Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya mundur dari kompetisi.

Ia memilih memaksimalkan fasilitas yang tersedia dan menyelesaikan tantangan yang sudah diambilnya.

“Kenapa menggunakan HP? Karena memang peralatan yang ulun punya hanya handphone. Jadi, ulun mencoba memaksimalkan apa yang ada. Jujur, sempat minder melihat peserta lain menggunakan peralatan profesional. Tetapi, karena sudah terjun, ya harus diselesaikan,” tutur Norma, pemilik akun @normadhany di Instagram.

Menariknya, prestasi di Kreativesia 2026 bukanlah pengalaman pertama Norma dalam dunia kompetisi konten kreatif. Sebelumnya, ia telah mengikuti berbagai perlombaan video pendek dan berhasil meraih sejumlah penghargaan, baik tingkat daerah maupun nasional.

Di antaranya Juara I Lomba Video Konten Literasi yang diselenggarakan Dispersip Kabupaten Banjar pada 2025, Juara I lomba bertema lalu lintas yang digelar Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin pada 2026, serta Juara II lomba Cinta Bangga Paham Rupiah yang diselenggarakan Bank Indonesia pada 2026.

Ia juga meraih Juara II lomba konten pariwisata yang diselenggarakan Disporapar Kota Banjarmasin.

Sementara di tingkat nasional, Norma pernah meraih Juara III Vlog Competition yang diselenggarakan Bank Indonesia dan Juara I lomba edukasi hukum yang digelar Kementerian Hukum dan HAM pada 2023.

Ada satu hal yang menarik dari deretan pencapaian tersebut. Seluruh karya yang mengantarkannya meraih penghargaan diproduksi menggunakan HP, mulai dari proses pengambilan gambar hingga penyuntingan video.

Bagi Norma, perangkat yang dimiliki bukanlah alasan untuk membatasi kreativitas. Justru kemampuan memanfaatkan fasilitas yang tersedia menjadi bagian dari proses belajar dan mengembangkan keterampilan dalam membuat konten.

Pengalaman mengikuti Kreativesia 2026 pun menjadi kesempatan baru baginya untuk mengenal lebih jauh proses produksi film, sekaligus menguji kemampuan dalam menghadapi keterbatasan waktu dan sarana. Adapun karya film dokumenter tersebut, Ia unggah di media sosial miliknya dengan link sebagai berikut, “Tapai Gambut”.

Ke depan, ia berharap semakin banyak kompetisi kreatif yang diselenggarakan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyalurkan ide, mengembangkan kreativitas, serta mengasah kemampuan di bidang perfilman dan produksi video.

“Harapan ulun, mudah-mudahan ke depan selalu ada event atau lomba, baik tingkat lokal maupun nasional, khususnya video pendek dan film. Karena ini bisa menjadi wadah untuk menyalurkan kreativitas sekaligus mengasah kemampuan,” harapnya.

Kisah Norma menjadi gambaran bahwa kreativitas tidak selalu ditentukan oleh mahalnya peralatan yang digunakan. Dengan kemauan untuk belajar, keberanian mencoba, serta kemampuan memaksimalkan apa yang dimiliki, sebuah HP sederhana pun dapat menjadi alat untuk melahirkan karya yang mampu bersaing dan mengantarkan seseorang meraih prestasi. As(AI)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img