Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin menyiapkan anggaran sebesar Rp2,4 miliar untuk pelaksanaan pasar murah sepanjang 2026.
Anggaran tersebut dialokasikan untuk menggelar sebanyak 230 kali pasar murah yang menyasar seluruh wilayah Kota Banjarmasin.
Kepala Disperdagin Banjarmasin, Ignasius R.P. Salan, mengatakan hingga saat ini pihaknya telah melaksanakan 154 kali pasar murah melalui APBD murni. Sementara di APBD perubahan, direncanakan kembali digelar 54 kali pasar murah.
“Pada APBD murni kami sukses melaksanakan sebanyak 154 kali pasar murah, dan di perubahan ini 54 kali lagi. Semoga terealisasi sesuai dengan anggaran yang kami rencanakan,” ujar Ignasius, Kamis (24/9/2026) sore.
Salah satu pelaksanaan pasar murah digelar di kawasan Sungai Baru, Banjarmasin. Sebanyak 500 paket sembako disediakan untuk masyarakat. Setiap paket berisi dua kilogram gula pasir dan dua liter minyak goreng.
Warga cukup membayar Rp56 ribu per paket, sementara Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan subsidi sebesar Rp24 ribu untuk setiap paket.
Selain sembako bersubsidi, Disperdagin juga bekerja sama dengan Bulog menyediakan beras jenis premium dan beras SPHP bagi masyarakat.
Ignasius mengatakan, pasar murah menjadi salah satu upaya pemerintah kota dalam menjaga kestabilan harga dan menekan inflasi, khususnya menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru serta momentum hari besar lainnya.
“Untuk saat ini harga berbagai kebutuhan pokok masih relatif stabil. Kegiatan pasar murah ini juga menjadi upaya menekan angka inflasi,” katanya.
Warga menyambut positif pelaksanaan pasar murah tersebut. Wati, warga Sungai Baru, mengaku terbantu dengan adanya program yang rutin digelar pemerintah daerah.
“Adanya pasar murah ini, kami warga sangat terbantu, apalagi minyak goreng dan gula pasir sangat terpakai untuk kebutuhan rumah tangga,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Yani, warga Pekapuran. Ia mengetahui informasi pasar murah dari RT setempat dan berharap kegiatan tersebut terus dilaksanakan.
“Ini beli gula pasir dan minyak goreng hanya Rp56 ribu saja karena dapat subsidi. Kalau harga normalnya bisa sampai Rp80 ribu sepaket,” ucapnya. PW![]()








