Suasana pagi di Pasar Terapung Lok Baintan, Kabupaten Banjar, terasa hangat dan semarak. Puluhan perahu motor (klotok) wisatawan tampak dikerumuni perahu-perahu kecil milik para pedagang yang sibuk mengayuh mendekat. Dengan ramah, para acil—sebutan untuk perempuan Banjar—menawarkan beragam hasil bumi, mulai dari buah-buahan segar, sayuran, hingga kue-kue tradisional dan minuman hangat.
Antusiasme pengunjung terlihat tinggi. Wisatawan lokal maupun dari luar Kalimantan menikmati momen belanja unik di atas perairan Sungai Martapura ini. Menariknya, transaksi nontunai kini bukan lagi hal asing di pasar tradisional ini. Pengunjung makin terbantu karena hampir seluruh pedagang di Pasar Terapung Lok Baintan telah menyediakan pembayaran digital via QRIS.
Inisiatif ini menjadi bukti nyata kesuksesan perluasan digitalisasi dan akseptasi digital di kalimantan. Dengan kemudahan pembayaran digital, wisatawan dapat berbelanja tanpa khawatir kekurangan uang tunai, sementara para acil bisa melayani pembeli dengan lebih praktis dan aman. Kombinasi kelestarian budaya lokal dan sentuhan modernisasi ini pun semakin memperkuat daya tarik Lok Baintan sebagai destinasi wisata unggulan Kalimantan Selatan. BS![]()








