Operasi pencarian dan evakuasi korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 memasuki hari ketiga. Sejumlah unsur udara dikerahkan untuk memperluas pencarian, termasuk pesawat patroli dan dua unit helikopter.
Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., mengatakan unsur udara dalam operasi pencarian dikoordinasikan oleh Basarnas selaku On-Scene Commander (OSC) untuk mengakomodasi seluruh kekuatan udara yang terlibat.
“Hari ketiga kita berkumpul dengan Basarnas sebagai OSC untuk mengakomodasi unsur-unsur udara. Hari ini kita mempunyai aset fixed wing, yaitu pesawat patroli dari BKO BNPB, kemudian ada dua helikopter, yakni helikopter Basarnas dan helikopter dari Mabes Polri,” ujar Hilman di Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru, Selasa (15/9/2026).
Menurutnya, seluruh unsur udara tersebut akan melaksanakan patroli untuk melihat kondisi terakhir kapal sekaligus menyisir area yang diduga menjadi lokasi penyebaran korban maupun kemungkinan korban yang masih bergerak di permukaan air.
Pencarian akan diarahkan ke wilayah barat dari lokasi kapal dengan cakupan area sekitar 1.100 kilometer persegi. Area tersebut akan dibagi menjadi empat sektor yang selanjutnya dipatroli menggunakan pesawat Caravan PK-SNK.
Hilman menambahkan, kegiatan pencarian turut mendapat perhatian langsung dari Menteri Perhubungan dan Kepala Basarnas yang dijadwalkan meninjau pelaksanaan operasi pencarian di lapangan.
Selain mendukung pencarian KM Virgo Transport 8, unsur udara juga menjalankan misi lainnya. Hilman menjelaskan terdapat dua misi yang dilaksanakan, yakni misi awal dan dukungan terhadap operasi pencarian KM Virgo Transport 8.
Untuk evakuasi, helikopter Basarnas dan helikopter Polri juga disiapkan mengangkut korban yang telah ditemukan. Sebanyak empat korban yang berada di KMTB-TCB akan dievakuasi, dengan pembagian dua korban menggunakan helikopter Basarnas dan dua lainnya menggunakan helikopter Polri.
“Interval dua pesawat ini kita buat 30 menit dari antar pesawat,” jelasnya.
Hilman mengatakan korban meninggal dunia yang tiba di lokasi selanjutnya akan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
Sementara itu, terhadap korban selamat yang telah ditemukan sebelumnya, satu orang perempuan telah mendapatkan perawatan di rumah sakit Lanud Sjamsudin Noor. Setelah kondisi dan penanganan awal selesai, korban akan diserahkan kepada Basarnas dan pihak berwenang untuk proses tindak lanjut.
Operasi pencarian hari ketiga ini melibatkan koordinasi lintas unsur, baik dari Basarnas, BNPB, TNI AU maupun Polri. Penggunaan pesawat patroli dan helikopter dilakukan untuk memperluas cakupan pencarian serta mempercepat proses identifikasi dan evakuasi korban yang masih berada di wilayah operasi. As![]()








