Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Banjarmasin terus mengalami peningkatan di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin mencatat sebanyak 2.451 kasus ISPA hingga data yang dikonfirmasi pada 12 September 2026. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pekan sebelumnya yang tercatat sebanyak 2.127 kasus.
Sementara itu, pada dua pekan sebelumnya, jumlah kasus ISPA berada di angka 1.874 kasus. Data terbaru kasus ISPA dijadwalkan kembali diperbarui pada 19 September mendatang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Yanuardiansyah, mengatakan tren peningkatan kasus ISPA terjadi hampir setiap pekan. Menurutnya, kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi kabut asap karhutla yang masih menyelimuti wilayah Banjarmasin.
“Setiap minggu data yang kami peroleh pengidap ISPA cenderung naik, hal ini disebabkan karena kabut asap karhutla yang hingga kini masih terjadi,” ujar Yanuar, saat dikonfirmasi, Jumat (18/9/2026) pagi.
Yanuar mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki kepentingan mendesak. Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan juga diminta menggunakan masker sebagai upaya mengurangi paparan asap.
“Saya harap masyarakat dapat menjaga kesehatannya, pakai masker jika berada di luar rumah atau sedang beraktivitas lainnya,” katanya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Jefri Fransyah, menyebut kondisi kualitas udara di Banjarmasin saat ini berada dalam status hitam.
Status tersebut menunjukkan kondisi udara yang telah terkontaminasi akibat asap karhutla. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika harus beraktivitas di luar rumah.
“Jika status udara tidak baik atau berbahaya, kami mengimbau warga memakai masker jika keluar rumah,” tutup Jefri. PW![]()
banjarmasin, kabutasap, ispa, yanuardiansyah, statushitam, kalsel, jefrifransyah








