26 C
Banjarbaru
Sabtu, September 19, 2026
spot_img

Wasaka Rangers Hadirkan Pahlawan Banjar dalam Balutan Superhero Futuristik

Bagaimana jika Sultan Suriansyah, Pangeran Antasari, Demang Lehman, dan Putri Zaleha hidup kembali di tengah kota futuristik tahun 2040, lengkap dengan armor berteknologi canggih?

Gagasan tersebut diwujudkan melalui Wasaka Rangers, komik aksi histori-futuristik yang mengangkat sejarah dan kepahlawanan Islam Banjar dalam format yang dirancang untuk generasi muda.

Mengambil latar Banjar City tahun 2040, komik ini menggambarkan sebuah kota metropolitan yang maju dan makmur. Namun, situasi berubah menjadi chaos setelah serangan teroris meluluhlantakkan kota.

Wali Kota Hamid yang selamat dari upaya pembunuhan kemudian bersama Tuan Guru Jamal menuju sebuah laboratorium rahasia. Mereka mengaktifkan teknologi teleportase untuk memanggil empat pejuang legendaris Tanah Banjar dari masa lalu: Sultan Suriansyah, Pangeran Antasari, Demang Lehman dan Putri Zaleha.

Keempat tokoh tersebut kemudian dibawa ke masa depan, mengenakan armor berteknologi canggih, dan membentuk sebuah brigade superhero bernama WASAKA RANGERS.

Namun, Wasaka Rangers bukan sekadar cerita superhero.

Di balik aksi dan teknologi futuristik tersebut, pembaca diajak mengenal kembali sejarah perjuangan para tokoh Banjar. Kisah masa lalu dan imajinasi masa depan dipertemukan dalam sebuah konsep yang disebut histori-futuristik.

Nama WASAKA diambil dari semboyan masyarakat Banjar, Waja Sampai Kaputing, yang bermakna semangat berjuang sampai akhir.

Sejarah Banjar dalam Bahasa Generasi Muda

Salah satu penulis dan kreator Wasaka Rangers, dr. H. Fauzan Muttaqien, Sp.JP, mengatakan komik ini lahir dari kegelisahan terhadap semakin jauhnya generasi muda dari sejarah lokal.

Menurutnya, generasi muda saat ini umumnya mengenal nama-nama besar seperti Pangeran Antasari dan Sultan Suriansyah, tetapi belum tentu memahami secara mendalam perjuangan dan nilai yang mereka wariskan.

“Sejarah Banjar perlu ditransformasikan ke dalam format bahasa zaman mereka: komik, animasi, dan film,” ujar Fauzan.

Ia menilai kekuatan visual dapat menjadi jembatan untuk memperkenalkan kembali sejarah kepada generasi yang tumbuh bersama media digital.

“Melalui kekuatan penceritaan visual yang kuat, karakter pahlawan dan dinamika peristiwa sejarah Banjar dapat dihidupkan kembali secara modern, estetik, dan emosional, tanpa mengurangi keakuratan fakta sejarahnya,” katanya.

Karena itu, Wasaka Rangers membawa tagline “BARATAAN KAWA JADI HERO”. Pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa semangat kepahlawanan tidak berhenti pada tokoh-tokoh masa lalu. Generasi muda juga dapat menjadi “hero” melalui bidang dan kontribusinya masing-masing.

Digambar Komikus Profesional, Bukan AI

Wasaka Rangers ditulis oleh tiga penulis, yakni dr. H. Fauzan Muttaqien, Sp.JP, Abi Syarbaini yang juga merupakan Pimpinan Pondok Pesantren PADI, serta Nicko Pandawa, seorang sejarawan.

Sementara ilustrasi dikerjakan oleh Grup Kancil Studio bersama komikus nasional.

Komik Aksi Wasaka Rangers bisa dipesan melalui www.wasakarangers.com

Komik ini hadir dalam format full colour dan dikerjakan melalui proses kreatif profesional, bukan menggunakan AI sebagai pengganti pekerjaan komikus.

Selain sejarah kepahlawanan Banjar, Wasaka Rangers juga menawarkan gambaran Banjar City pada tahun 2040 sebagai kota futuristik. Latar pesantren turut menjadi bagian penting dalam cerita untuk menunjukkan bahwa pesantren dapat melahirkan generasi yang religius, berilmu, kreatif dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Komik ini direncanakan hadir dalam empat jilid, ditambah sejumlah komik spin-off yang akan mengupas lebih dalam kisah perjuangan masing-masing tokoh.

Tidak Berhenti di Komik

Abi Syarbaini mengatakan Wasaka Rangers dirancang sebagai bagian dari ekosistem literasi sejarah yang lebih luas.

“Literasi yang ditampilkan adalah komik yang digarap profesional, disamping berbagai konten literasi di berbagai platform media sosial,” ujarnya.

Ke depan, tim Wasaka Rangers menargetkan pengembangan cerita ke medium film animasi dan live action yang mengangkat kisah para pahlawan Banjar.

Mereka juga membuka kolaborasi dengan influencer Banua, pengusaha muda, sekolah, pesantren, komunitas, ulama, dan berbagai pihak lainnya.

“Alhamdulillah sekarang kami mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kota Banjarmasin dan Kesultanan Banjar untuk menyukseskan peluncuran komik ini,” kata Abi.

Mendapat Dukungan Tokoh Banua

Sejumlah tokoh di Kalimantan Selatan turut memberikan apresiasi terhadap kehadiran Wasaka Rangers.

Ibnu Sina, Ketua Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Kalsel, berharap komik ini dapat menjadi media literasi sejarah bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi kado 500 tahun Banjarmasin. Semoga ini bisa jadi bahan bacaan dan meningkatkan literasi tentang pahlawan-pahlawan kita,” ujarnya.

Sementara Sultan Banjar Khairul Saleh menilai Tanah Banjar memiliki banyak tokoh besar yang layak dikenal generasi muda.

“Tanah Banjar memiliki para pahlawan hebat. InsyaAllah komik Wasaka Rangers berhasil membawa para pahlawan Banjar menjadi superhero yang digemari para remaja,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan ulama Kalsel Ustaz Riza Rahman. Menurutnya, semangat kepahlawanan generasi muda dapat dipelajari dari perjuangan para tokoh terdahulu.

Hal senada disampaikan Dr. Machli Riyadi, SH., MH. Ia bahkan mengaku mendapatkan perspektif baru setelah membaca komik tersebut.

“Buku komik ini adalah langkah nyata dan cerdas dalam menyajikan sebuah cerita sejarah Banjar,” ujarnya.

Dua Tahap Peluncuran

Wasaka Rangers akan diluncurkan melalui dua agenda utama.

Tahap pertama adalah Soft Launching “The Rise of Suryanullah” yang dijadwalkan berlangsung di Gedung Indoor Taman Budaya Banjarmasin, 10 Oktober 2026.

Acara tersebut akan diisi dengan bedah buku, peluncuran remake lagu Sultan Suriansyah, stand-up comedy, penampilan Madihin dan berbagai kegiatan lainnya.

Selanjutnya, Grand Launching “From Iqro to Hero” rencananya akan digelar di Gedung Sultan Suriansyah Banjarmasin pada 7 November 2026.

Grand launching akan menghadirkan berbagai bintang tamu, talkshow inspiratif, penampilan musik akustik serta berbagai kegiatan lainnya.

Melalui Wasaka Rangers, para penggagasnya ingin mengubah cara generasi muda memandang sejarah: bukan sekadar nama, tanggal dan peristiwa yang harus dihafalkan, tetapi sebagai kisah kepahlawanan yang dapat menginspirasi.

Sebab bagi mereka, Tanah Banjar tidak kekurangan superhero.

Superhero itu sudah ada dalam sejarah. Kini tinggal bagaimana generasi muda mengenalnya kembali. 

[akb/rilis]

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img