Turnamen sepak bola Fourfeo Tampusing Group tingkat Sekolah Dasar (SD) yang digelar di Desa Batilai resmi berakhir dengan menghadirkan juara dari dua kategori, yakni putra dan putri, pada Sabtu (18/4/2026).
Di kategori putri, UPTD SDN Pagatan Besar berhasil keluar sebagai juara pertama setelah tampil konsisten sepanjang turnamen. Posisi kedua diraih UPTD SDN 4 Gunung Makmur, sementara UPTD SDN Batilai harus puas di peringkat ketiga.

Sementara itu di kategori putra, UPTD SDN 4 Gunung Makmur tampil dominan dan meraih gelar juara pertama. Disusul UPTD SDN Pagatan Besar di posisi kedua, UPTD SDN 1 Benua Lawas di peringkat ketiga, serta UPTD SDN Batilai di posisi keempat.
Selain penentuan juara, panitia juga memberikan penghargaan individu kepada pemain terbaik di kategori putri. Gelar penjaga gawang terbaik (best keeper) diraih oleh pemain UPTD SDN 4 Gunung Makmur. Sementara itu, pemain terbaik (best player) diberikan kepada Ana dari UPTD SDN Batilai. Untuk top skor, diraih oleh pemain dari UPTD SDN 4 Gunung Makmur.
Pelatih UPTD SDN Pagatan Besar, Setyo, mengaku bangga atas capaian timnya yang berhasil meraih juara pertama di kategori putri. Ia menyebut hasil tersebut tidak lepas dari kerja keras para pemain selama latihan. “Anak-anak bermain disiplin dan penuh semangat. Ini hasil dari latihan dan kekompakan tim,” ujarnya.
Sementara itu, Pelatih UPTD SDN 4 Gunung Makmur, Hairudi, menyampaikan apresiasi atas perjuangan timnya yang berhasil meraih juara di kategori putra dan posisi kedua di kategori putri. “Kami bersyukur bisa meraih hasil maksimal. Ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan anak-anak ke depan,” katanya.
Pelatih UPTD SDN Batilai, Asrani, tetap memberikan apresiasi kepada timnya meski belum meraih posisi puncak. Ia menilai para pemain telah menunjukkan perkembangan yang baik. “Yang terpenting anak-anak mendapatkan pengalaman bertanding dan terus berkembang,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Pelatih UPTD SDN 1 Benua Lawas, Dedi, yang timnya meraih peringkat ketiga di kategori putra. Ia berharap turnamen seperti ini terus digelar secara rutin. “Kegiatan seperti ini sangat positif untuk pembinaan usia dini. Semoga ke depan lebih sering diadakan,” tuturnya.
Perwakilan penyelenggara, Dwi Budisetiawan, menyampaikan bahwa turnamen ini tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses pembinaan dan sportivitas para peserta. “Kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak untuk berkembang, menunjukkan bakat, serta menanamkan nilai sportivitas sejak dini. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan lebih meriah ke depannya,” ujarnya.
Turnamen ini menjadi ajang pembinaan sekaligus wadah bagi para pelajar untuk menunjukkan bakat dan kemampuan mereka di bidang olahraga sepak bola sejak usia dini. Dede![]()










