Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Pemkab Tala) mendapat dukungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) untuk memperkuat pelayanan publik, khususnya dalam pengelolaan persampahan.
Hal tersebut disampaikan Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, saat memberikan sambutan pada kegiatan Kunjungan Lapangan dalam rangka persiapan pelaksanaan program LSDP di Aula Rakat Mufakat, Pelaihari, Kamis (3/9/2026).
Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan selamat datang kepada perwakilan CDIU, Yudi Hermanto, serta seluruh tim dan peserta kegiatan yang hadir di Kabupaten Tanah Laut.
“Pertama-tama, sejak tahun selamat datang di Kabupaten Tanah Laut. Tentunya Tanah Laut ini adalah salah satu bagian dari 13 kabupaten yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan,” ujar Rahmat.
Ia mengaku bersyukur Tanah Laut menjadi salah satu daerah yang mendapatkan bantuan tahap awal dari program yang digagas Kementerian Dalam Negeri tersebut.
Menurutnya, program LSDP menjadi kesempatan penting bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam sektor persampahan.
“Dari sekian banyak kabupaten/kota, Alhamdulillah Tanah Laut bisa mendapatkan bantuan dari kegiatan yang telah diprogramkan oleh pemerintah pusat, yaitu Kementerian Dalam Negeri,” katanya.
Pengelolaan Sampah Masuk 25 Program Unggulan
Rahmat menjelaskan, pengelolaan persampahan merupakan salah satu bagian dari 25 program unggulan yang menjadi prioritas dalam visi dan misi pemerintahannya bersama Wakil Bupati Tanah Laut.
Salah satu program yang didorong adalah pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di seluruh kecamatan.
“Kegiatan persampahan ini merupakan salah satu dari 25 program unggulan saya bersama Pak Wakil. Di antaranya pembangunan TPS3R di setiap kecamatan yang kami miliki, serta pembangunan yang sifatnya untuk kebersihan lingkungan,” jelasnya.
Bupati mengungkapkan, Pemkab Tala secara bertahap telah membangun sejumlah fasilitas TPS3R. Namun, sebagian fasilitas tersebut masih membutuhkan dukungan peralatan agar dapat beroperasi secara optimal.
“Baru bisa saat ini kita membangun TPS3R. Ada tiga yang sudah selesai, dan ada yang masih dalam proses. Tetapi tiga tersebut belum bisa beroperasi karena masih menunggu beberapa alat dan penyesuaian sistem,” ungkapnya.
Sampah Capai 150 Ton Sehari
Persoalan kapasitas menjadi salah satu tantangan utama pengelolaan sampah di Tanah Laut.
Bupati menyebut produksi sampah di daerahnya mencapai sekitar 150 ton per hari. Sementara kemampuan pengolahan yang tersedia saat ini baru sekitar 42 ton per hari.
Kondisi tersebut membuat Pemkab Tala perlu memperkuat sistem pengelolaan sampah melalui pembangunan TPS3R di kecamatan-kecamatan.
“Kalau kita lihat, per hari itu menghasilkan sampah sekitar 150 ton. Yang bisa kita tangani baru lebih kurang 42 ton per hari,” kata Rahmat.
Menurutnya, program LSDP menjadi salah satu peluang untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan tersebut. Sementara sampah yang belum tertangani akan diarahkan untuk dikelola melalui TPS3R yang pembangunannya terus dilanjutkan di kecamatan lainnya.
Bupati: Jangan Hanya Andalkan Infrastruktur
Rahmat menegaskan, keberhasilan program LSDP tidak boleh hanya diukur dari tersedianya bangunan atau infrastruktur.
Ia meminta seluruh SKPD yang menjadi leading sector agar memastikan fasilitas yang dibangun nantinya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan mampu menghasilkan nilai tambah dari pengelolaan sampah.
“Bukan kita hanya mengharapkan bangunan saja yang disiapkan atau infrastruktur dari program LSDP. Tapi tentunya memiliki tujuan seperti apa yang diinginkan oleh Bapak Presiden,” tegasnya.
Menurut Rahmat, sampah harus dipandang sebagai sesuatu yang masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali, baik melalui proses pengolahan maupun daur ulang.
Karena itu, diperlukan pengelolaan yang serius agar sampah tidak hanya berakhir menjadi timbunan.
Perubahan Mindset Jadi Kunci
Bupati juga mengingatkan bahwa persoalan sampah tidak dapat dibebankan hanya kepada Dinas Lingkungan Hidup.
Kesadaran masyarakat sebagai pihak yang menghasilkan sampah setiap hari menjadi bagian penting dalam membangun sistem persampahan yang efektif.
“Ini tidak bisa kita hanya mengandalkan lingkungan hidup saja, tapi perlunya koordinasi dan kesadaran masyarakat juga. Bagaimana caranya kita sebagai orang yang memproduksi sampah per hari bisa memahami pengelolaannya,” katanya.
Ia mengakui kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya masih menjadi pekerjaan rumah.
Menurutnya, pemerintah telah menyediakan tempat sampah dan memasang imbauan agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan masyarakat yang membuang sampah di sekitar tempat sampah atau kontainer.
“Sudah kita buat tempat sampahnya, sudah ada tulisan dilarang buang sampah, tetapi budaya kita untuk membuang sampah pada tempatnya masih belum maksimal,” ungkapnya.
Rahmat menilai kondisi tersebut menunjukkan perlunya perubahan pola pikir dan kebiasaan masyarakat.
Tidak hanya dalam persoalan sampah rumah tangga, perubahan perilaku juga diperlukan dalam menjaga lingkungan dari berbagai aktivitas yang dapat menimbulkan pencemaran dan kebakaran.
Berharap LSDP Beri Dampak Nyata
Lebih lanjut, Bupati berharap program LSDP tidak berhenti pada pembangunan sarana dan prasarana, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan, bimbingan teknis, serta penguatan tata kelola.
Dengan demikian, fasilitas seperti TPS3R dan tempat pengelolaan sampah lainnya dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Kami sangat mengharapkan, terkhusus kepada kawan-kawan dari dinas dan SKPD sebagai leading sector untuk persampahan ini, agar program yang dijalankan benar-benar bisa memberikan manfaat,” ujarnya.
Rahmat juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Dalam Negeri serta seluruh pihak yang terlibat dalam program LSDP.
Ia berharap kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, SKPD, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dapat mempercepat perbaikan sistem persampahan di Tanah Laut.
“Sekali lagi, saya mewakili pemerintah daerah mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada kawan-kawan dari Kementerian Dalam Negeri yang telah berkolaborasi dalam program ini,” pungkasnya.
Melalui program LSDP, Pemkab Tanah Laut berharap mampu membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi, meningkatkan kapasitas pengolahan, sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat demi terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan di Bumi Tuntung Pandang. Dede![]()








