35 C
Banjarbaru
Kamis, September 3, 2026
spot_img

Gemar Beribadah, Syamsir Rahman Beri Subsidi Pribadi untuk Warga di Gerakan Pangan Murah

Kepedulian terhadap masyarakat tidak hanya ditunjukkan melalui tugas kedinasan. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan, Ir H Syamsir Rahman, M.S, juga menunjukkan sisi pribadinya dengan memberikan subsidi langsung dari kantong pribadi untuk membantu masyarakat mendapatkan pangan dengan harga lebih murah.

Hal itu terlihat saat pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang digelar di halaman TVRI Kalimantan Selatan, Banjarmasin, Rabu (2/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, Syamsir turut memberikan harga khusus kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sekaligus bagian dari kebiasaannya berbagi dan beribadah.

Bagi Syamsir, membantu masyarakat melalui pemberian subsidi bukan semata-mata persoalan ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mencari pahala. Ia menilai, berbagi kepada sesama merupakan salah satu bentuk amal yang manfaatnya dapat terus dirasakan.

“Ketika kita lakukan diskon, kita mencari pahala. Pahala inilah yang akan membantu kita nanti kalau kita sudah tiada,” ujar Syamsir saat ditemui di halaman TVRI Kalsel.

Menurutnya, Gerakan Pangan Murah sangat membantu masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih membutuhkan perhatian. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus membantu pemerintah mengendalikan tekanan inflasi.

Syamsir menjelaskan, komoditas yang tersedia antara lain beras, minyak goreng, gula, bawang merah, bawang putih, telur, ikan dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya. Selain pangan, kegiatan tersebut juga melibatkan pelaku UMKM yang menyediakan makanan, minuman hingga produk kosmetik.

Ia mengapresiasi TVRI Kalimantan Selatan yang telah menyediakan ruang bagi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah sekaligus memberikan kesempatan kepada UMKM untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat.

Dari sisi ketersediaan pangan, Syamsir memastikan masyarakat Kalimantan Selatan tidak perlu khawatir. Stok beras disebut mencapai sekitar 1,2 juta ton, sementara kebutuhan untuk memenuhi konsumsi sekitar 4,3 juta penduduk diperkirakan sekitar 600 ribu ton.

“Kalau di Bulog, empat bulan ke depan masih aman. Tetapi kalau stok yang ada di masyarakat, enam bulan ke depan sampai 2027 aman,” jelasnya.

Syamsir juga menyampaikan capaian Kalimantan Selatan dalam program ketahanan pangan nasional, khususnya kegiatan cetak sawah. Berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Kalsel menjadi salah satu daerah dengan capaian terbaik dengan luasan sekitar 15 ribu hektare.

Dengan produktivitas rata-rata lima ton per hektare, tambahan produksi dari lahan tersebut berpotensi mencapai sekitar 75 ribu ton setiap musim tanam. Syamsir mendorong petani untuk meningkatkan indeks pertanaman dengan memanfaatkan lahan agar dapat ditanami hingga tiga kali dalam setahun.

Ia menyebut para petani sebagai pejuang pangan yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk warga perkotaan seperti Banjarmasin yang memiliki tingkat konsumsi beras tinggi namun tidak memiliki lahan pertanian yang luas.

“Petani kita adalah pejuang pangan sesungguhnya. Dengan jerih payah dan tulang punggung mereka, mereka mau menanam dan memberi makan masyarakat,” katanya.

Syamsir berharap semangat berbagi, kepedulian dan gotong royong terus tumbuh di tengah masyarakat. Menurutnya, Gerakan Pangan Murah tidak hanya menjadi instrumen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk memperkuat kepedulian sosial. As

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img