34.7 C
Banjarbaru
Senin, Juli 20, 2026
spot_img

Baimbai Basastra, Upaya Komunitas Literasi Mendukung Aruh Sastra Kalimantan Selatan XXIII

Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) bersama Komunitas Literasi Sebuku HSU menggelar kegiatan Baimbai Basastra di Rumah Talipuk, Minggu (19/7/2026). Kegiatan ini menjadi ruang belajar sastra bagi masyarakat yang ingin mengembangkan kemampuan menulis puisi dan kisah handap (cerita pendek) dalam bahasa Banjar.

Baimbai Basastra diselenggarakan sebagai bentuk dukungan komunitas literasi terhadap penyelenggaraan Aruh Sastra Kalimantan Selatan (ASKS) XXIII yang tahun ini akan berlangsung di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan menulis agar semakin banyak masyarakat, khususnya urang Amuntai, yang berpartisipasi dengan mengirimkan karya sastra ke ajang tersebut.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber. Nada Kamilah membawakan materi mengenai teknik menulis puisi yang baik, menarik, dan memiliki peluang untuk lolos dalam antologi puisi ASKS XXIII. Peserta diajak memahami proses kreatif menulis, mulai dari menemukan ide, memilih diksi yang tepat, membangun imaji, hingga menyusun puisi yang utuh dan bernilai estetik.

Selanjutnya, Aluh Srikandi menyampaikan materi tentang kisah handap atau cerita pendek dalam bahasa Banjar. Dalam sesi ini, peserta mempelajari teknik membangun alur, penokohan, dialog, serta penggunaan bahasa Banjar yang baik dalam penulisan karya sastra. Setelah penyampaian materi, peserta juga mempraktikkan secara langsung penulisan puisi dan kisah handap serta mendapatkan masukan dari para narasumber.

Menurut Hafidzaturrahmi, pengurus Forum TBM Kabupaten Hulu Sungai Utara, Baimbai Basastra merupakan inisiatif komunitas literasi untuk ikut menyemarakkan pelaksanaan Aruh Sastra Kalimantan Selatan XXIII melalui peningkatan kapasitas para penulis daerah.

“Kami ingin memberikan dukungan dari komunitas literasi agar semakin banyak urang Amuntai yang mengenal Aruh Sastra Kalimantan Selatan, memahami cabang-cabang yang dilombakan, dan terdorong untuk berpartisipasi melalui karya-karya terbaik mereka. Semoga semakin banyak penulis Banjar dari Hulu Sungai Utara yang ikut meramaikan ASKS XXIII,” ujar Hafidzaturrahmi.

Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini juga menjadi wadah untuk memperkuat ekosistem literasi di Hulu Sungai Utara sekaligus mendorong lahirnya penulis-penulis baru yang terus berkarya dalam bahasa Banjar.

Kegiatan Baimbai Basastra mendapat dukungan penuh dari Yayasan Bakti Muslimin dan Komunitas Literasi Sebuku HSU sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat gerakan literasi, melestarikan bahasa dan sastra Banjar, serta mendukung perkembangan para penulis daerah.

Forum TBM HSU berharap Baimbai Basastra menjadi langkah awal lahirnya lebih banyak karya sastra Banjar dari Hulu Sungai Utara, sekaligus menjadi bentuk partisipasi nyata masyarakat dalam mendukung suksesnya penyelenggaraan Aruh Sastra Kalimantan Selatan XXIII sebagai agenda penting bagi perkembangan sastra Banjar di Kalimantan Selatan. *Sm

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img