28 C
Banjarbaru
Kamis, September 17, 2026
spot_img

Karhutla Hanguskan 2.500 Pohon Jeruk di Cerbon, Pemprov Kalsel Salurkan Bantuan Bibit

Di tengah hamparan lahan yang biasanya dipenuhi hijau pepohonan jeruk, pemandangan berbeda terlihat di Kecamatan Cerbon, Kabupaten Barito Kuala. Sisa-sisa tanaman yang hangus menjadi penanda bahwa kebakaran lahan tidak hanya meninggalkan asap dan lahan terbakar, tetapi juga memukul sumber penghidupan para petani.

Kondisi tersebut ditemukan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Ir H Syamsir Rahman, M.S, saat turun langsung meninjau lahan pertanian yang terdampak kebakaran, Rabu (16/9/2026).

Syamsir mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan setelah pihaknya menerima laporan mengenai kebakaran lahan yang berdampak pada tanaman jeruk milik masyarakat. Dari hasil pengecekan di lapangan, sebagian besar tanaman jeruk di lokasi tersebut tidak dapat diselamatkan karena terbakar.

“Siang ini kami berada di Kecamatan Cerbon. Kami mendapatkan laporan terkait kebakaran lahan, terutama lahan petani jeruk. Setelah kami cek, memang tanaman jeruk yang ada di sini sebagian besar habis terbakar,” ujar Syamsir.

Tak hanya tanaman jeruk, sejumlah tanaman lain seperti durian juga berada di kawasan tersebut. Namun, Syamsir melihat masih ada beberapa tanaman yang berpeluang bertahan karena tidak seluruh bagian tanaman terdampak api.

Bagi petani, kehilangan tanaman jeruk bukan perkara kecil. Tanaman yang terbakar berarti hilangnya sumber pendapatan yang selama ini menjadi penopang kehidupan keluarga. Bahkan, sebelum terbakar, hasil panen jeruk dapat memberikan nilai ekonomi yang cukup berarti bagi petani.

Berdasarkan pendataan sementara, sedikitnya 2.500 batang pohon jeruk terdampak kebakaran di wilayah Kabupaten Barito Kuala. Jumlah tersebut masih dapat berkembang seiring proses pendataan dan verifikasi di lapangan.

Di tengah kerugian tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan bantuan bibit jeruk kepada petani terdampak. Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan untuk kemudian ditanam kembali setelah kondisi cuaca mendukung, terutama memasuki musim hujan.

Syamsir menjelaskan, penanaman kembali akan dilakukan setelah curah hujan cukup sehingga bibit yang diberikan memiliki peluang tumbuh lebih baik. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi petani untuk kembali membangun kebun jeruk mereka.

Atas bantuan tersebut, petani menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin. Mereka berharap bibit yang diberikan dapat tumbuh dan kembali menjadi sumber penghasilan keluarga.

“Terima kasih kepada Bapak Gubernur yang memberikan kami bibit limau. Semoga ini berhasil,” ungkap salah seorang petani.

Syamsir menegaskan, perhatian pemerintah terhadap petani terdampak menjadi penting karena komoditas jeruk merupakan salah satu penopang ekonomi masyarakat di Barito Kuala. Bantuan bibit diharapkan tidak sekadar mengganti tanaman yang terbakar, tetapi menjadi awal pemulihan usaha tani masyarakat setelah bencana kebakaran lahan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Gubernur Haji Muhidin yang telah membantu di tengah keterbatasan APBD kami. Jeruk ini merupakan salah satu penopang perekonomian masyarakat di Kabupaten Barito Kuala,” jelasnya.

Di atas tanah yang menghitam, harapan para petani kini bertumpu pada bibit-bibit baru. Setelah api pergi, pekerjaan berikutnya adalah menghidupkan kembali kebun yang terbakar—satu pohon demi satu pohon, hingga hijau kembali. As

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img