25 C
Banjarbaru
Rabu, Juli 8, 2026
spot_img

Pemkab Tanah Laut Perkuat Persiapan MTQ ke-48, Syiar Islam dan UMKM Jadi Fokus

Pemerintah Kabupaten Tanah Laut terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-48 Tingkat Kabupaten Tahun 2026. Berbagai unsur terkait menggelar rapat koordinasi untuk memfinalkan seluruh aspek teknis pelaksanaan, mulai dari penentuan jadwal hingga usulan lokasi utama kegiatan.

Rapat koordinasi yang berlangsung di Aula Gawi Manuntung Kecamatan Pelaihari, Selasa (7/7/2026), dipimpin Camat Pelaihari Fajar Tri Atmaja. Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Tanah Laut Akhmad Khairin, unsur Kementerian Agama, LPTQ, perangkat daerah, aparat keamanan, serta pemerintah desa dan kelurahan.

Dalam rapat tersebut dibahas sejumlah poin penting, di antaranya kesiapan administrasi, strategi publikasi, hingga penentuan lokasi terbaik sebagai pusat pelaksanaan MTQ.

Fajar Tri Atmaja mengatakan, rapat tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Tanah Laut setelah sebelumnya dilakukan ekspose kesiapan penyelenggaraan MTQ. Ia menyebut logo dan tema kegiatan juga telah disepakati, yakni “Bersama Cinta Al-Qur’an Menuju Generasi Emas Nang Simpun Bakamajuan.”

Berdasarkan hasil kajian teknis, rapat merekomendasikan empat alternatif lokasi yang akan diajukan kepada Bupati Tanah Laut sebagai calon venue utama. Urutan prioritas meliputi Lapangan Yayasan/Ponpes Noor Hasyim di Desa Bumi Jaya, Desa Panggung, serta Lapangan Karang Jawa.

Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah indikator, seperti aksesibilitas, kapasitas parkir, keamanan, kelancaran lalu lintas, ketersediaan venue lomba, fasilitas pemondokan kafilah, hingga potensi menggerakkan perekonomian masyarakat melalui pelaku UMKM.

Akhmad Khairin menegaskan seluruh hasil pembahasan akan dirangkum dalam proposal resmi sebagai dasar penetapan lokasi penyelenggaraan MTQ. Ia juga meminta seluruh pihak tetap solid mendukung keputusan apa pun yang nantinya ditetapkan pemerintah daerah.

“Semua hasil rapat akan menjadi bahan pertimbangan dalam proposal resmi. Yang terpenting, seluruh pihak tetap bersatu menyukseskan MTQ di lokasi mana pun yang nantinya diputuskan,” ujarnya.

Antusiasme menjadi tuan rumah juga ditunjukkan pemerintah desa dan kelurahan. Desa Bumi Jaya, Desa Panggung, maupun Kelurahan Karang Taruna menyatakan kesiapan menyediakan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari lapangan utama, masjid dan musala sebagai venue lomba, rumah warga untuk pemondokan kafilah, hingga dukungan masyarakat.

Selain aspek teknis, rapat juga menaruh perhatian pada nilai syiar Islam yang menjadi ruh penyelenggaraan MTQ. LPTQ dan Kementerian Agama menilai ajang tersebut bukan sekadar perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga momentum memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkenalkan potensi Kabupaten Tanah Laut kepada masyarakat dari seluruh kecamatan.

Lokasi yang mudah dijangkau diharapkan mampu menarik lebih banyak pengunjung sehingga memberikan dampak positif terhadap geliat UMKM dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Sebagai bentuk apresiasi kepada peserta berprestasi, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut juga menyiapkan sembilan paket hadiah umrah bagi para juara pada cabang lomba yang telah ditetapkan.

Rapat turut merekomendasikan pelaksanaan MTQ Nasional ke-48 Tingkat Kabupaten Tanah Laut digelar pada 18–20 September 2026. Dengan persiapan yang terus dimatangkan dan sinergi seluruh elemen daerah, penyelenggaraan MTQ diharapkan berlangsung sukses, tertib, semarak, serta memberikan manfaat bagi syiar Islam, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan penguatan persaudaraan di Bumi Tuntung Pandang. Dede

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img