Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Pelaihari mengeluhkan kelangkaan bahan baku penunjang, khususnya susu UHT full cream dan susu evaporasi yang saat ini sulit ditemukan di pasaran.
Keluhan tersebut disampaikan oleh Gasila Sa’bana, owner UMKM makanan sehat di Pelaihari. Ia mengaku kesulitan mendapatkan pasokan susu yang menjadi bahan utama dalam produksinya.
“Sekarang susu UHT full cream sama evaporasi juga langka banget,” ujarnya kepada inikalsel.id, Rabu (8/4/2026).
Fenomena kelangkaan ini tidak hanya terjadi di Pelaihari, namun juga dirasakan pelaku UMKM kuliner di berbagai daerah. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan lonjakan permintaan susu untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadikan susu sebagai salah satu komponen utama dalam menu gizi harian bagi anak sekolah.
Meningkatnya kebutuhan ini membuat stok susu di ritel modern maupun distributor menjadi terbatas, bahkan di sejumlah tempat dilaporkan kosong. Dampaknya, pelaku UMKM yang bergantung pada bahan susu, seperti usaha minuman kekinian dan olahan makanan, mengalami kesulitan produksi.
Selain kelangkaan, harga bahan baku juga mengalami kenaikan, sehingga menambah beban operasional. Tidak sedikit pelaku usaha yang terpaksa mengurangi produksi hingga mencari alternatif bahan demi mempertahankan usahanya.
Badan Gizi Nasional (BGN) sendiri mengakui bahwa kebutuhan susu untuk program MBG sangat besar, mencapai ribuan kotak per titik penyajian. Sementara itu, kapasitas produksi susu nasional saat ini dinilai masih perlu ditingkatkan untuk memenuhi lonjakan permintaan tersebut.
Dilansir dari tempo.co, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang, merespons keluhan masyarakat terkait kelangkaan susu di pasaran. Ia menyebut tingginya kebutuhan menjadi salah satu faktor utama.
“Kan memang kebutuhannya banyak,” ujarnya usai konferensi pers “1 Tahun Program MBG dan Operasional Perdana Program MBG Tahun 2026” di SMKN 1 Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Meski demikian, Nanik memastikan pasokan susu nasional ke depan akan tetap tersedia. Pemerintah saat ini tengah menyiapkan langkah penguatan produksi untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
“Kami sedang bangun (pabrik susu). Pemerintah sedang membangun 500 peternakan,” katanya.
Sebagai upaya penanganan, pemerintah juga disebut tengah mengatur distribusi agar kebutuhan masyarakat umum maupun pelaku usaha tetap terpenuhi. Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasaran.
Akibat kondisi ini, para pelaku UMKM diharapkan mampu beradaptasi di tengah keterbatasan stok, sembari menunggu upaya pemerintah dalam menstabilkan ketersediaan bahan baku dapat segera terealisasi. Dede![]()










