29 C
Banjarbaru
Sabtu, Agustus 29, 2026
spot_img

Youngpreneur Challenge Digelar di Tanah Laut, Pemuda Didorong Jadi Pengusaha dan Buka Lapangan Kerja

Upaya mendorong kemandirian ekonomi generasi muda terus dilakukan di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Tanah Laut menggelar Pelatihan Kewirausahaan Pemuda Youngpreneur Challenge dengan tema “Muda Berkarya, Wirausaha Berdaya, Melangkah Bersama Menuju Kemandirian Ekonomi”.

Kegiatan berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu, 29-30 Agustus 2026, di Aula Hutan Jati Setda Tanah Laut.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dispora Tanah Laut Rudi Imithansyah, Ketua FKP Kalimantan Selatan Arisandi Hidayatullah, serta Ketua FKP Tanah Laut Imam Choiri.

Pelatihan secara resmi dibuka oleh Kadispora Tanah Laut Rudi Imithansyah.

Dalam sambutannya, Rudi mengatakan pemerintah daerah tengah menyiapkan ekosistem kewirausahaan pemuda yang lebih terintegrasi.

Menurutnya, pengembangan wirausaha muda tidak cukup hanya melalui pelatihan. Pemuda juga membutuhkan pendampingan, mentoring, coaching, akses permodalan hingga sertifikasi.

“Tujuannya insya Allah mulia. Peraturan bupati sudah kita siapkan dengan harapan kewirausahaan pemuda yang ada di Kabupaten Tanah Laut ini terintegrasi,” ujar Rudi.

Ia menegaskan, pemerintah ingin membangun sistem yang tidak berhenti pada proses pelatihan.

“Tidak hanya soal pelatihannya saja, tapi nanti berbicara soal mentoring, coaching, pembuatan jejaring, termasuk juga modal, bahkan sampai sertifikasi dan yang lain-lainnya,” katanya.

Menurut Rudi, pemerintah juga tengah membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perbankan.

Hal tersebut dinilai penting karena sebagian pelaku usaha muda masih membutuhkan pendampingan dalam mengelola usaha maupun pembiayaan.

Rudi mencontohkan, pendampingan diperlukan ketika pelaku usaha mulai mengalami persoalan pemasaran, bahan baku hingga kewajiban pembayaran pinjaman.

“Ketika ada masalah, harus ada yang mendampingi. Misalnya pembayaran terlambat, ternyata persoalannya pemasaran, bahan baku kurang atau kendala lain dalam mengelola usaha,” jelasnya.

Ia berharap peserta memanfaatkan pelatihan selama dua hari tersebut untuk memperkuat kemampuan dan jaringan usaha.

Rudi juga mengungkapkan, Oktober 2026 akan menjadi momentum penting bagi kepemudaan di Tanah Laut. Sejumlah kegiatan telah disiapkan Dispora, mulai dari kegiatan kepemudaan, peringatan Sumpah Pemuda, Duta Pemuda hingga pemberian penghargaan kepada pemuda berprestasi dan wirausaha muda pemula.

Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, lanjutnya, juga menyiapkan dukungan bagi wirausaha muda pemula yang memenuhi persyaratan.

“Kami akan support untuk permodalan mereka dengan syarat dan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

FKP Kalsel: Ide Bisnis Harus Berangkat dari Masalah

Sementara itu, Ketua Umum FKP Kalimantan Selatan Arisandi Hidayatullah mengatakan, materi yang diberikan dalam pelatihan salah satunya menekankan bagaimana menemukan ide bisnis.

Menurut Arisandi, calon pengusaha tidak harus mencari ide yang rumit. Justru, peluang usaha bisa ditemukan dari berbagai persoalan yang ada di lingkungan sekitar.

“Langkah pertama yang harus ditemukan adalah tentang masalah. Jadi, masalah sehari-hari di lingkungan sekitar kita yang berhubungan dengan sosial masyarakat,” ujarnya.

Dari masalah tersebut, kata dia, kemudian dapat dicari solusi yang memiliki nilai ekonomi.

“Dari masalah itu nanti akan muncul persoalan-persoalan yang perlu ditindaklanjuti dalam bentuk solusi. Solusi-solusi itu beragam dan salah satunya bisa berdampak kepada nilai ekonomi,” jelas Arisandi.

Ia mengapresiasi FKP Tanah Laut yang dinilai serius memberikan ruang bagi generasi muda untuk memperdalam dunia kewirausahaan.

Menurutnya, pelatihan konkret seperti Youngpreneur Challenge penting untuk memperkuat kemampuan generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial.

“Harapannya ke depan FKP Tanah Laut mampu mengkoordinir wira muda-wira muda Gen Z dan milenial,” katanya.

Arisandi berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menghasilkan peserta pelatihan, tetapi melahirkan lebih banyak wirausaha muda baru.

Sebab, semakin banyak usaha yang tumbuh, semakin besar pula peluang terciptanya lapangan pekerjaan.

“Harapan dari kegiatan ini sebenarnya sederhana, banyak menciptakan wira muda-wira muda baru. Dari wira muda baru itu mereka bisa menciptakan lapangan pekerjaan,” ucapnya.

Menurut Arisandi, usaha yang dimulai dari skala kecil sekalipun tetap memiliki dampak apabila berkembang secara luas.

“Meski skalanya UMKM atau skala kecil, kalau melebar dan banyak skala kecil ini mampu meningkatkan nilai tambah masyarakat, komunitas, tentu masyarakat kita secara umum,” pungkasnya.

Melalui Youngpreneur Challenge, FKP dan Dispora Tanah Laut berharap semakin banyak anak muda yang berani memulai usaha, mampu mengembangkan potensi lokal, serta membangun kemandirian ekonomi dari Tanah Laut. Dede

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img