Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin melaksanakan Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap seorang pria yang diduga tersesat di kawasan hutan gambut, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, pada Rabu (29/7).
Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin pada pukul 17.43 WITA dari Hazmi, anggota Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Banjar. Korban diketahui bernama Aspan (60), warga Banjarmasin, yang dilaporkan belum kembali setelah pergi membersihkan ladang bersama empat rekannya.
Berdasarkan informasi yang diterima, sekitar pukul 08.00 WITA korban bersama empat orang rekannya memasuki kawasan hutan gambut untuk membersihkan lahan. Hingga sore hari, empat rekannya berhasil keluar dari kawasan hutan, sementara korban belum kembali dan diduga tersesat. Rekan-rekan korban telah berupaya melakukan pencarian secara mandiri, namun keberadaan korban belum berhasil ditemukan. Selanjutnya, kejadian tersebut dilaporkan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin untuk meminta bantuan operasi SAR.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 18.00 WITA Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin memberangkatkan satu tim rescue yang terdiri dari tujuh personel menuju lokasi kejadian menggunakan kendaraan Rescue D-Max. Tim diperkirakan tiba di lokasi sekitar pukul 18.20 WITA dan segera berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan untuk menyusun strategi pencarian.
Operasi SAR melibatkan Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banjar, Polsek Gambut, Koramil Gambut, serta masyarakat setempat. Dalam pelaksanaan operasi, tim didukung dengan berbagai peralatan, di antaranya kendaraan rescue, perangkat komunikasi, peralatan mountaineering, drone untuk pemantauan udara, serta perlengkapan pendukung lainnya. Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah sehingga mendukung pelaksanaan pencarian, dan hingga saat ini tidak terdapat kendala yang berarti di lapangan.
SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, mengatakan bahwa seluruh unsur SAR gabungan telah bergerak cepat untuk melakukan pencarian dengan mengutamakan keselamatan personel serta memaksimalkan seluruh potensi yang ada.
Setelah menerima laporan, kami segera mengerahkan tim rescue menuju lokasi untuk melaksanakan operasi pencarian. Metode pencarian akan dilakukan melalui penyisiran jalur yang diduga dilalui korban, pemanfaatan drone untuk pemantauan dari udara, serta koordinasi intensif dengan masyarakat yang mengenal kondisi medan. Hingga berita ini disampaikan, korban masih dalam pencarian. Kami mengimbau masyarakat yang beraktivitas di kawasan hutan agar selalu bersama rombongan, membawa alat komunikasi yang memadai, serta segera melaporkan kepada petugas apabila terjadi kondisi darurat agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin, ujar I Putu Sudayana.
Hingga saat ini, korban atas nama Aspan masih dalam status dalam pencarian. Operasi SAR akan terus dilaksanakan secara terpadu oleh seluruh unsur SAR gabungan dengan harapan korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin akan terus memberikan perkembangan informasi secara berkala sesuai hasil pelaksanaan operasi di lapangan.*SM![]()










