34 C
Banjarbaru
Kamis, Juli 2, 2026
spot_img

Tak Lagi Pakai Uang Tunai, Retribusi di Tanah Laut Segera Dibayar Lewat QRIS dan E-Wallet

Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mulai mempercepat penerapan sistem pembayaran retribusi secara non tunai sebagai bagian dari upaya digitalisasi transaksi keuangan daerah. Uji coba sistem tersebut direncanakan dimulai secara bertahap pada Juli 2026 di sejumlah titik layanan publik.

Kepala Bapenda Tanah Laut, Andris Evony, mengatakan pihaknya bersama Bank Kalsel baru saja melakukan sosialisasi melalui talkshow di LPPL Radio Tuntung Pandang FM, Kamis (2/7/2026), untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai perubahan sistem pembayaran retribusi dari tunai menjadi elektronik.

Menurut Andris, masyarakat nantinya dapat melakukan pembayaran menggunakan berbagai metode digital, seperti QRIS, e-money, transfer bank, maupun dompet digital.

“Tujuan utama kami adalah memberikan informasi kepada masyarakat bahwa pembayaran retribusi di Kabupaten Tanah Laut secara bertahap akan beralih ke sistem non tunai. Ini merupakan bagian dari modernisasi pelayanan publik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tahap awal penerapan akan diuji coba di beberapa lokasi, di antaranya pembayaran retribusi los pasar, parkir di Terminal Simpang Empat Angsau, serta retribusi dan parkir di kawasan wisata Pantai Takisung.

Sebelum sistem diberlakukan, Bapenda juga akan memberikan pelatihan kepada para petugas pemungut retribusi agar mampu mengoperasikan perangkat Electronic Data Capture (EDC) yang disiapkan Bank Kalsel.

Andris menegaskan, penerapan pembayaran digital diharapkan membuat seluruh penerimaan retribusi langsung masuk ke kas daerah melalui Bank Kalsel sehingga lebih transparan, akuntabel, dan meminimalkan potensi kebocoran pendapatan daerah.

“Langkah ini merupakan bagian dari semangat Pemerintah Kabupaten Tanah Laut dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang modern, akuntabel, dan mendukung elektronifikasi transaksi pemerintah daerah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Cabang Bank Kalsel Pelaihari, Muhammad Hasan, menyatakan pihaknya siap mendukung penuh implementasi pembayaran retribusi secara elektronik di Kabupaten Tanah Laut.

Menurutnya, digitalisasi pembayaran merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari seiring perkembangan teknologi dan perubahan kebiasaan masyarakat.

“Dulu orang khawatir kalau dompet tertinggal. Sekarang selama telepon genggam masih ada, pembayaran tetap bisa dilakukan melalui berbagai layanan digital,” ujarnya.

Hasan memastikan Bank Kalsel telah menyiapkan seluruh kebutuhan pendukung, mulai dari perangkat EDC, sistem teknologi, hingga tim pemeliharaan apabila terjadi kendala di lapangan.

Selain itu, Bank Kalsel bersama Bapenda juga akan menggelar pelatihan bagi petugas pemungut retribusi agar proses implementasi berjalan lancar dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

Ia menambahkan, Bank Kalsel juga berkomitmen membantu pemerintah daerah memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat terkait penggunaan transaksi digital.

“Kami memahami perubahan ini tidak bisa langsung diterima seluruh masyarakat. Karena itu, prosesnya dilakukan secara bertahap. Bank Kalsel siap mendampingi Pemerintah Kabupaten Tanah Laut dalam memberikan sosialisasi dan edukasi agar masyarakat semakin terbiasa menggunakan pembayaran digital,” pungkasnya. Dede

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img