Memperingati Hari Hipertensi Sedunia 2026, Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) Koordinator Wilayah Kalimantan Selatan bakal menggelar berbagai kegiatan edukatif dan promotif kesehatan untuk masyarakat di Balai Kota Banjarmasin, Minggu (24/5/2026).
Kegiatan itu nantinya menjadi bagian dari kampanye meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya hipertensi yang selama ini dikenal sebagai “silent killer” atau pembunuh senyap.
Hipertensi sendiri dapat memicu berbagai komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung hingga gagal ginjal apabila tidak ditangani dengan baik.
Beragam kegiatan telah disiapkan untuk masyarakat, mulai dari senam sehat, jalan santai, pemeriksaan kesehatan gratis, penyuluhan kesehatan hingga pembagian doorprize menarik.
Ketua PERNEFRI Kalimantan Selatan , Mohammad Rudiansyah mengatakan, kegiatan tersebut memang difokuskan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini hipertensi dan penyakit penyerta lainnya.
“Iya jadi nanti kita dari kegiatan PERNEFRI Kalimantan Selatan dalam rangka World Hypertension Day mengadakan acara senam sehat, cek kesehatan gratis dan penyuluhan kesehatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah serta kolesterol secara cuma-cuma bagi masyarakat yang hadir.
“Nanti ada pemeriksaan tekanan darah karena hipertensi, terus kita cek gula darah dan kolesterol gratis juga di tempat,” katanya.
Menurutnya, kegiatan ini sekaligus menjadi langkah screening kesehatan masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya sejak dini.
“Target kita memang masyarakat untuk screening kesehatan,” tambahnya.
Rudiansyah berharap melalui kegiatan ini masyarakat semakin memahami pentingnya mengontrol tekanan darah secara rutin, termasuk kepatuhan dalam mengonsumsi obat hipertensi.
“Masyarakat lebih sadar tentang bagaimana sebenarnya darah tinggi. Pentingnya pemeriksaan darah tinggi, obat-obatannya bagaimana cara minumnya, kenapa harus rutin. Jadi masyarakat lebih paham,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa hipertensi yang tidak terkendali dapat berdampak serius pada organ tubuh, terutama ginjal.
“Kalau tidak dijaga, nantinya bisa bermasalah ke organ-organ lain, terutama ke ginjal,” tutupnya. Stn![]()










