Listrik kembali padam di sejumlah wilayah Pelaihari. Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu dan memunculkan pertanyaan, sampai kapan pasokan listrik kembali normal?
Informasi terkait kondisi kelistrikan tersebut disampaikan Manager PLN ULP Pelaihari, Hudaiby Hibban, kepada Inikalsel.id, Selasa (15/9/2026).
Menurut informasi PLN, sistem kelistrikan Kalimantan saat ini mengalami gangguan pada sejumlah pembangkit. Kondisi tersebut berdampak terhadap ketersediaan pasokan listrik di sejumlah wilayah, termasuk Pelaihari.
Beberapa pembangkit yang mengalami gangguan di antaranya PLTU Cahaya Fajar Kaltim di Kutai Kartanegara, PLTU Kaltim Prima Coal di Kutai Timur, PLTU Teluk Balikpapan, serta PLTMG Bangkanai.
PLN saat ini mengoptimalkan pembangkit yang masih tersedia dan berkoordinasi dengan operator pembangkit untuk mempercepat proses pemulihan.
Kejar Tambahan Daya
PLN juga menyiapkan tambahan pasokan melalui pembangkit sewa. Untuk Batulicin disiapkan tambahan daya sebesar 10 MW, sementara tahap pertama pembangkit sewa mencapai 158 MW dan tahap kedua sebesar 120 MW.
Pembangkit yang sedang dalam proses pemulihan ditargetkan dapat kembali beroperasi secara bertahap pada minggu ketiga hingga keempat September 2026.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat Pelaihari diminta memahami bahwa gangguan sistem kelistrikan Kalimantan turut memengaruhi pasokan listrik di daerah.
PLN menyampaikan seluruh proses pemulihan dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keandalan sistem.
Masyarakat juga diimbau menggunakan listrik secara bijak, terutama pada periode beban puncak, untuk membantu menjaga kestabilan sistem kelistrikan.
PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Informasi terbaru mengenai kondisi kelistrikan dapat dipantau melalui PLN Mobile, Contact Center 123, serta kanal resmi PLN. Dede![]()








