“Nyaman, enak bajalan. Mau begawi jua nyaman.”
Kalimat itu keluar dari mulut Amir setelah memperlihatkan mata kirinya yang berhasil dioperasi tahun 2025. Setelah berbulan-bulan berjalan dengan pandangan yang buram, pria 65 tahun itu bisa kembali melihat lebih jelas, meski baru satu matanya.
Bagi Amir, mata menjadi bagian penting untuk tetap bisa bekerja dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Semua bermula di tahun 2024. Amir merasa pandangannya mulai tidak jelas dan buram.
Bekerja sebagai seorang buruh bahan bangunan, Amir cukup kesulitan saat penglihatan di kedua matanya mengganggu kesehariannya. Meski begitu, demi tetap menyambung kebutuhan hidup, Amir memilih tetap bertahan.
Berpenghasilan 70 ribu per hari, Amir hanya bisa menggantungkan nasib pada keajaiban. Berbulan-bulan ia bertahan dengan penglihatan yang terhalang.
Beruntung, setahun kemudian secercah harapan itu datang. Amir bekesempatan operasi katarak di salah satu rumah sakit Amuntai secara gratis. Walaupun baru mata kirinya yang dioperasi, Amir bersyukur penglihatannya kembali cerah.
Setahun berikutnya, ternyata bukan keajaiban yang hadir dalam hidup Amir, melainkan berkah dari Sang Pemurah. Didampingi salah seorang keluarganya, Amir berangkat dari Desa Pasar Senin menuju kantor Dinas Kesehatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Rabu (16/9).
Saat ditemui, Amir sedang duduk menunggu antrean di sebelah mobil khusus operasi, lengkap dengan setelan baju pasien.“Tahun ini operasi mata kanan,” katanya.
Operasi tersebut menjadi bagian dari program bakti sosial operasi katarak gratis hasil kolaborasi PT Adaro Indonesia dan Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN).
Land & Community Management Department Head PT Adaro Indonesia, Djoko Soesilo, menyampaikan bahwa kepedulian terhadap penderita katarak merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan yang mudah dijangkau.
“Penderita katarak mempunyai hak dasar untuk mengakses layanan kesehatan operasi katarak yang dekat dan mudah, agar dapat melihat jelas, tetap sehat, dapat kembali berproduktivitas,” terangnya.
Pada kegiatan tersebut, Amir menjadi salah satu dari masyarakat Hulu Sungai Utara yang mendapat kesempatan menjalani operasi katarak gratis. Sebanyak 56 mata menjadi sasaran dalam kegiatan yang melibatkan dokter spesialis mata daerah dan tenaga kesehatan lokal tersebut.
Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Khairussalim, yang mewakili Bupati Hulu Sungai Utara, sangat menyadari realitas yang dialami warga pekerja keras seperti Amir.
“Bagaimana kalau ada selaput katarak yang menghalangi penglihatan? Akhirnya produktivitas menurun, kemandirian berkurang, dan ekonomi keluarga jadi ikut terhambat. Oleh karena itu, kesehatan mata ini bukan urusan sepele. Ini adalah urusan hajat hidup dan masa depan ekonomi,” tegas Khairussalim. STN![]()








