Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah Bumbu, Yulia Rahmadani, mendorong peserta Workshop Photography bertajuk “Mengabadikan Cerita dari Setiap Bidikan” untuk memanfaatkan teknologi digital, khususnya kamera telepon seluler, sebagai sarana berkarya sekaligus mendokumentasikan berbagai momen berharga.
Hal tersebut disampaikan Yulia Rahmadani saat memberikan sambutan pada kegiatan Workshop Photography “Mengabadikan Cerita dari Setiap Bidikan” di Kabupaten Tanah Bumbu, Selasa (11/8/2026).


Yulia mengatakan, perkembangan teknologi digital saat ini memberikan peluang luas bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengembangkan kemampuan fotografi. Penggunaan kamera tidak harus selalu menggunakan perangkat profesional, tetapi dapat dimulai dari telepon seluler yang dimiliki sehari-hari.
“Di zaman yang sekarang serba digital, sayang kalau karya itu tidak bisa digunakan dan dimanfaatkan untuk pengembangan diri. Karena dengan HP kita bisa menjelajah apa yang kita lihat, apa yang kita rasakan, dunia luar dan dunia baru, kemudian kita bisa membuat cerita di dalamnya,” ujar Yulia.


Menurutnya, fotografi memiliki keterkaitan erat dengan literasi. Jika membaca membantu seseorang memahami makna dan isi sebuah tulisan, maka fotografi dapat menjadi medium untuk merekam dan menyampaikan cerita melalui visual.
Ia menilai, setiap kegiatan yang dilaksanakan akan menghasilkan arsip, salah satunya berupa dokumentasi foto. Arsip tersebut pada waktunya dapat menjadi bagian dari sejarah, baik bagi individu maupun masyarakat.


“Setelah kegiatan ini berlangsung dan selesai, ada arsip yang diciptakan, yaitu hasil kegiatan. Itu adalah sejarah. Kita menciptakan sejarah. Dari hasil pemotretan, kita bahkan bisa membuat sebuah buku,” jelasnya.
Yulia mencontohkan, foto-foto yang dihasilkan dalam sebuah kegiatan dapat menjadi kenangan yang memiliki nilai penting pada masa mendatang. Dokumentasi tersebut memungkinkan seseorang melihat kembali perjalanan hidupnya setelah lima hingga sepuluh tahun kemudian.


“Suatu saat nanti, lima tahun ke depan atau sepuluh tahun ke depan, ketika melihat foto-foto ini, kita bisa mengatakan, ‘Oh, ini aku waktu masih di sini.’ Jadi, foto itu bukan hanya gambar, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan dan kenangan kita,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Yulia juga mengajak para peserta untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan belajar yang diperoleh melalui kegiatan workshop. Menurutnya, setiap kesempatan perlu diraih dan diperjuangkan dengan sungguh-sungguh.

Ia berharap ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti pada kegiatan workshop, tetapi dapat dikembangkan dan dibagikan kepada orang lain sehingga memberikan manfaat yang lebih luas.
“Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi kita semua yang diberikan ilmu maupun bagi narasumber yang membagikan ilmunya. Karena ilmu yang berjalan dan dibagikan akan memberikan manfaat,” tuturnya.

Yulia menambahkan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah Bumbu terus berupaya melakukan inovasi melalui berbagai kegiatan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, perpustakaan tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat membaca dan menyimpan buku, tetapi juga sebagai ruang untuk berkegiatan, belajar, berkarya, dan mengembangkan kreativitas masyarakat.
“Dinas Perpustakaan sekarang sudah berinovasi. Kita tidak boleh memandang sebelah mata perpustakaan. Karena itu kita harus terus bergerak, berkreasi dan berkegiatan,” tegasnya.

Ia berharap Workshop Photography “Mengabadikan Cerita dari Setiap Bidikan” dapat menjadi ruang bagi peserta untuk mengasah kemampuan fotografi sekaligus memahami bagaimana sebuah foto dapat memiliki cerita dan membangun hubungan emosional dengan orang yang melihatnya.

Adapun pemateri photography yang dihadirkan di antaranya, Mahfuz seorang jurnalis/fotografer Media Center Dinas Kominfo Kalsel, Iman Satria salah satu anggota Pewarta Foto Kalsel yang telah memiliki banyak pengalaman di dunia fotografi jurnalistik, serta Muzakkir Munzir seorang penyusunan Buku Fotografi Tanah Bumbu. As![]()








