28 C
Banjarbaru
Selasa, September 15, 2026
spot_img

Kabut Asap Pekat, Disdik Banjarmasin Kembali Terapkan PJJ Mulai 16-18 September

Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin kembali memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, SMP, dan SPNF negeri maupun swasta.
Kebijakan tersebut berlaku selama tiga hari, yakni 16 hingga 18 September 2026. Sebelumnya, kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sempat kembali dilaksanakan selama tiga hari, mulai 13 sampai 15 September 2026.

Pemberlakuan PJJ merupakan tindak lanjut Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Nomor 6378 Tahun 2026 yang diterbitkan pada 5 September 2026.

Kebijakan ini diambil di tengah kondisi kualitas udara Banjarmasin yang memburuk akibat kabut asap. Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), kualitas udara di Banjarmasin tercatat mencapai angka 368 atau masuk kategori berbahaya.

Kepala SDN Antasan Besar 7 Banjarmasin, Rahmat Kardata, mengatakan pihak sekolah mendukung keputusan Dinas Pendidikan tersebut sebagai langkah perlindungan terhadap kesehatan peserta didik.

Ia menyatakan, selama PJJ berlangsung, guru tetap memberikan materi dan tugas kepada siswa melalui pembelajaran daring. Materi dapat disampaikan dalam bentuk video maupun foto sesuai jadwal yang telah ditentukan masing-masing guru.

“Guru biasanya mengirimkan video atau foto mengenai materi dan tugas kepada peserta didik sesuai jadwal yang ditentukan masing-masing guru pada pukul 08.00 Wita. Kemudian murid bisa kembali mengirim hasil jawaban pada pukul 14.00 Wita. Ini lebih efektif,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (15/9/2026) sore.

Kardata mengakui kondisi kabut asap yang terjadi di Banjarmasin menjadi perhatian pihak sekolah, terutama terhadap kesehatan anak-anak. Meski pembelajaran tidak dilakukan secara langsung di ruang kelas, ia memastikan proses belajar tetap berjalan agar siswa tidak kehilangan hak mendapatkan pendidikan.

Ia juga menyebut kondisi kabut asap turut dirasakan oleh para guru. Sebagian tenaga pendidik bahkan berdomisili di wilayah Banjarbaru, kawasan gambut, hingga Sungai Lulut yang juga terdampak kabut asap.

“Memang bervariasi, ada guru di SDN Antasan Besar 7 yang rumahnya di daerah Banjarbaru, ada juga yang di sekitar gambut dan Sungai Lulut. Namun pembelajaran tetap kami lakukan secara optimal,” katanya.

Sementara itu, guru SDN Kelayan Selatan 1 Banjarmasin, Rahmat, mengatakan pemberian materi dan tugas tetap dilakukan selama PJJ.

Langkah tersebut dilakukan agar siswa tetap mengikuti perkembangan pembelajaran dan tidak tertinggal materi ketika PTM kembali diberlakukan.

“Materi dan tugas tetap kami berikan kepada peserta didik selama PJJ berlangsung. Jadi saat belajar mengajar secara tatap muka nanti tidak ketinggalan pembelajaran,” Rahmat mengakhiri. PW

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img