35 C
Banjarbaru
Selasa, September 22, 2026
spot_img

Kabut Asap Makin Pekat, Warga Banjarmasin Mulai Sulit Bernapas

Kualitas udara di Kota Banjarmasin memburuk seiring meningkatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dipantau melalui stasiun Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) di kawasan Kayu Tangi menunjukkan angka 1.556 pada Selasa (22/9/2026) pukul 06.00 WITA.

Angka tersebut menunjukkan kondisi kualitas udara di Banjarmasin berada pada status hitam. Kondisi ini turut dirasakan masyarakat yang mulai mengeluhkan kabut asap semakin pekat dalam beberapa hari terakhir.

Salah seorang warga, Natan, mengaku mulai merasakan dampak kabut asap yang semakin tebal sejak empat hari terakhir. Selain mengganggu aktivitas, kondisi tersebut juga membuatnya mengalami kesulitan bernapas, terutama pada malam hingga pagi hari.

“Sudah empat hari ini kabut asap semakin pekat, sampai sulit bernapas, apalagi saat malam dan pagi hari,” ujar Natan, Selasa (22/9/2026) pagi.

Keluhan serupa disampaikan Hendri. Ia mengatakan kabut asap dalam dua hari terakhir semakin tebal hingga mengganggu jarak pandang saat berkendara maupun beraktivitas di luar ruangan.

“Sekarang harus ekstra hati-hati berkendara di tengah tebalnya kabut asap. Bahkan untuk berolahraga saja sangat sulit, karena tidak bisa menghirup udara sehat,” ucap Hendri.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Jefry Fransyah, mengatakan hasil pemantauan terbaru menunjukkan kualitas udara di Kota Banjarmasin berada dalam kondisi yang perlu diwaspadai.

Menurutnya, tingginya angka ISPU menunjukkan adanya penurunan kualitas udara yang berpotensi memberikan dampak terhadap kesehatan masyarakat.

“Melalui pantauan ISPU, kondisi udara di Banjarmasin terus memburuk. Ini tentu sangat membahayakan kesehatan kita,” tutur Jefry.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau lebih memperhatikan kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kabut asap semakin pekat. Kondisi kualitas udara juga terus dipantau seiring situasi karhutla yang masih berlangsung.

Lonjakan ISPU ini menjadi perhatian serius karena kabut asap tidak hanya mengganggu jarak pandang dan aktivitas warga, tetapi juga dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan masyarakat Kota Banjarmasin. PW

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img