Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pelaihari menggelar rapat koordinasi di Aula Kantor Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Selasa (4/8/2026). Pertemuan tersebut membahas berbagai agenda strategis, mulai dari persiapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, penguatan keamanan lingkungan, hingga kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.
Camat Pelaihari, Fajar Tri Atmaja, S.H., mengatakan rapat koordinasi ini menjadi wujud sinergi antara pemerintah kecamatan, kepolisian, TNI, serta pemerintah desa dan kelurahan dalam menyukseskan program-program pemerintah daerah.
“Rapat ini merupakan bentuk sinergitas antara kecamatan bersama kepolisian dan Koramil untuk menindaklanjuti arahan Bupati Tanah Laut dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujarnya.
Fajar menjelaskan, seluruh kepala desa dan lurah diminta menggerakkan masyarakat untuk memasang bendera Merah Putih, umbul-umbul, serta menyelenggarakan berbagai kegiatan perlombaan yang bertujuan menyemarakkan peringatan 17 Agustus.
Salah satu kegiatan yang akan menjadi perhatian adalah lomba Pos Kamling. Menurutnya, lomba tersebut tidak hanya menilai kondisi fisik bangunan, tetapi juga mengukur sejauh mana fungsi pos keamanan lingkungan benar-benar berjalan di tengah masyarakat.
“Lomba Pos Kamling ini menjadi bentuk apresiasi bagi desa-desa yang selama ini mampu menjaga keberlangsungan pos kamling agar tetap hidup dan berfungsi sebagai pusat keamanan lingkungan,” katanya.
Ia menambahkan, aspek yang dinilai meliputi kondisi infrastruktur pos, jadwal ronda atau daftar piket petugas, hingga efektivitas pos kamling dalam menciptakan rasa aman bagi warga.
Selain membahas keamanan lingkungan, Forkopimcam Pelaihari juga menyoroti langkah mitigasi menghadapi musim kemarau. Pemerintah kecamatan mengimbau seluruh pemerintah desa untuk mempertahankan keberadaan sumur-sumur yang ada sebagai sumber air bersih bagi masyarakat.
Menurut Fajar, meski kondisi saat ini masih terkendali, kesiapsiagaan tetap diperlukan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran, baik dalam skala kecil maupun besar, serta potensi krisis air akibat kemarau.
“Kami mengingatkan desa-desa agar tetap menjaga sumber-sumber air yang ada. Saat musim kemarau seperti sekarang, masyarakat harus siap menghadapi kemungkinan berkurangnya ketersediaan air bersih sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran,” pungkasnya. Dede![]()








