Sebelum terjun ke dunia kerja lewat Praktik Kerja Lapangan (PKL), siswa kelas XII SMKN 2 Pelaihari lebih dulu ditempa mental dan kedisiplinannya.
Pembinaan itu dilakukan melalui program BINTALDIS (Bimbingan Mental dan Disiplin) yang digelar di lingkungan SMKN 2 Pelaihari selama dua pekan, hingga Sabtu (19/9/2026).
Program ini menjadi bagian dari persiapan siswa sebelum menjalani PKL. Dalam pelaksanaannya, SMKN 2 Pelaihari berkolaborasi dengan Kodim 1009/Tanah Laut.
Beragam kegiatan diberikan kepada siswa. Mulai dari Peraturan Baris-Berbaris (PBB), permainan kelompok, jelajah alam, kegiatan perenungan hingga latihan kemandirian.
Tak berhenti pada latihan fisik, siswa juga dibiasakan mengurus kebutuhan sehari-hari, termasuk belajar memasak sendiri.
Kepala SMKN 2 Pelaihari, Rodi Hartono, mengatakan BINTALDIS bukan program baru di sekolahnya. Kegiatan tersebut telah berjalan sekitar empat tahun dan menjadi bagian dari pembinaan karakter siswa.
Menurutnya, pembinaan mental dan disiplin menjadi penting karena mayoritas siswa, khususnya pada jurusan otomotif, merupakan laki-laki yang nantinya akan berhadapan langsung dengan lingkungan kerja.
“Anak SMK khususnya otomotif itu memang perlu pembinaan. Kami berpikir bagaimana pembinaan siswa supaya sesuai dengan visi kami, yaitu menghasilkan alumni yang berakhlak mulia,” ujar Rodi saat ditemui, Sabtu (19/9/2026).
Rodi menjelaskan, kerja sama dengan Kodim 1009/Tanah Laut dipilih untuk memberikan pembinaan secara terarah tanpa mengedepankan kekerasan.
Ia menyebut, selama empat tahun pelaksanaan BINTALDIS, sekolah melihat perubahan positif pada siswa, terutama dalam hal ketertiban, kedisiplinan, kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama.
“Luar biasa. Anak-anak lebih tertib, disiplin, empatinya muncul, kebersamaan dan jiwa korsa juga muncul,” katanya.
BINTALDIS tidak hanya diberikan kepada siswa kelas XII. Menurut Rodi, kegiatan pembinaan serupa juga diberikan kepada siswa baru kelas X sebagai bagian dari orientasi dan pembentukan karakter sejak awal masuk sekolah.
Sementara untuk siswa kelas XII, kegiatan tersebut diarahkan sebagai bekal sebelum mereka memasuki lingkungan industri melalui PKL.
Rodi mengatakan, dampak pembinaan itu juga diharapkan terasa ketika siswa berada di tempat PKL.
“Di industri itu ada kesan, siswa sekarang tertib, mudah diatur, rapi. Itu efeknya luar biasa,” ujarnya.
Ia memastikan program tersebut akan terus dilaksanakan ke depan.
“Insya Allah terus. Kita akan melakukan,” tegasnya.
Kolaborasi dengan Kodim
Pelatih dari Kodim 1009/Tanah Laut, Bagus Adi Kurniawan, mengatakan pihaknya terbuka apabila sekolah lain ingin melaksanakan kegiatan serupa.
Sekolah yang berminat dapat menyampaikan surat kepada Kodim 1009/Tanah Laut. Untuk mengetahui mekanisme pelaksanaannya, sekolah juga dapat berkoordinasi dengan SMKN 2 Pelaihari.
Bagi SMKN 2 Pelaihari, BINTALDIS menjadi bagian dari upaya menyiapkan siswa bukan hanya memiliki keterampilan sesuai bidang keahlian, tetapi juga memiliki mental, karakter, disiplin dan kemandirian.
Sebab, ketika memasuki dunia industri, kemampuan teknis saja tidak cukup. Siswa juga dituntut mampu beradaptasi, bertanggung jawab dan mengikuti aturan di tempat kerja.
Melalui BINTALDIS, bekal itu mulai ditanamkan sebelum siswa benar-benar turun ke lapangan. Dede![]()








