Upaya membangun fondasi sepak bola usia dini di Kabupaten Tanah Laut (Tala) terus dilakukan. Salah satunya melalui Festival Generasi Sepakbola Elite yang resmi bergulir dengan melibatkan lima Sekolah Sepak Bola (SSB) dari sejumlah kecamatan.
Kompetisi perdana kategori Kelompok Umur (KU) 12 tersebut digelar di Desa Ambawang, Kecamatan Batu Ampar, Minggu (26/7/2026). Sekitar 100 pemain muda ambil bagian dalam ajang yang mengusung sistem liga home and away tersebut.
Lima tim yang berpartisipasi yakni SSB Ambawang (Batu Ampar), SSB Pabes (Takisung), SSB Reborn TaLa (Takisung), Bintang Mas Academy (Pelaihari), serta Academy Tampusing Batilai (Takisung).
Festival ini merupakan inisiatif para pelatih muda bersama pelatih senior dari berbagai kecamatan di Tanah Laut. Mereka bersepakat membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan dengan menghadirkan kompetisi secara bergilir dari desa ke desa.
Menariknya, festival ini memiliki regulasi yang menitikberatkan pada pembinaan. Setiap tim diwajibkan memiliki pemain putri asal Tanah Laut dalam skuadnya. Selain itu, seluruh pemain yang terdaftar wajib mendapatkan kesempatan bermain sehingga tidak ada pemain yang hanya menjadi penghangat bangku cadangan. Aturan tersebut diterapkan agar seluruh peserta memperoleh pengalaman bertanding yang merata sekaligus mendorong pembinaan sepak bola putra dan putri sejak usia dini.
Ketua Askab PSSI Tanah Laut, H. Agus, mengapresiasi lahirnya kompetisi yang digagas para pelatih tersebut. Menurutnya, pembinaan usia dini harus dimulai dari tingkat desa agar potensi pemain muda dapat terpantau sejak awal.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena pembinaan tidak bisa hanya mengandalkan turnamen sesaat. Dengan kompetisi yang berkelanjutan seperti ini, anak-anak memiliki ruang untuk berkembang, berkompetisi, dan membangun mental bertanding sejak usia dini. Harapannya, dari sini akan lahir pemain-pemain terbaik yang nantinya bisa mengharumkan nama Tanah Laut,” ujarnya.
Melalui sistem home and away, setiap tim akan menjadi tuan rumah secara bergantian. Pola ini diharapkan mampu meningkatkan jam terbang pemain sekaligus menumbuhkan atmosfer sepak bola hingga ke pelosok desa.
Pada seri pembuka, Desa Ambawang dipercaya menjadi tuan rumah dengan kepanitiaan dipimpin Coach Tommy Indrawan. Ia mengatakan, Festival Generasi Sepakbola Elite bukan sekadar ajang mencari juara, melainkan menjadi sarana membangun karakter dan pengalaman bertanding bagi para pemain muda.
“Kami ingin anak-anak memiliki kompetisi yang rutin sehingga kemampuan mereka terus berkembang. Selain melatih teknik bermain, kegiatan ini juga mengajarkan sportivitas, disiplin, dan kebersamaan. Regulasi yang mewajibkan seluruh pemain mendapat kesempatan bermain, termasuk adanya pemain putri di setiap tim, menjadi bukti bahwa festival ini benar-benar berorientasi pada pembinaan. Semoga ke depan semakin banyak SSB yang bergabung sehingga pembinaan sepak bola usia dini di Tanah Laut semakin maju,” kata Tommy.
Selain Coach Tommy Indrawan, pelaksanaan festival turut didukung Coach Hairudi, Coach Panji Munggaran, Coach Anoy (M. Noor), Coach Eka Wahyu, Bung Herman, Kai Parandah Aserani, Aditya Saputra, dan Cantika Dara Suganda.
Festival Generasi Sepakbola Elite diharapkan menjadi agenda rutin yang mampu melahirkan bibit-bibit pesepak bola potensial dari berbagai desa di Kabupaten Tanah Laut serta memperkuat ekosistem pembinaan sepak bola usia dini secara berkesinambungan. Dede![]()










