22.7 C
Banjarbaru
Selasa, Juli 7, 2026
spot_img

Dinas PUPR Banjarmasin Akui Anggaran Perbaikan Gerbang Pintu Masuk Hanya Untuk Perbaikan Kecil

Gerbang pintu masuk Kota Banjarmasin di Jalan Ahmad Yani Kilometer 6 dikabarkan tak pernah dilakukan perawatan sejak dibangun. Kerusakan pada gerbang yang menjadi wajah utama kota itu menuai sorotan, karena sejumlah keramik terlepas dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Meski kerusakan telah berlangsung cukup lama, perbaikan menyeluruh baru dimasukkan dalam Anggaran Perubahan Tahun 2026. Namun Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Chandra Iriandi Wijaya, mengklaim bahwa anggaran pemeliharaan tersedia setiap tahun, namun penggunaannya hanya difokuskan untuk menangani kerusakan-kerusakan kecil.

“Setiap tahun memang ada anggaran pemeliharaan. Hanya saja, sebelumnya sifatnya perbaikan pada spot-spot kecil,” ujar Chandra, Senin, 06 Juli 2026.

Menurutnya, kebijakan tahun ini berbeda karena pemerintah memutuskan melakukan pemeliharaan secara menyeluruh terhadap bangunan gerbang tersebut. “Tahun ini arahnya pemeliharaan secara lebih menyeluruh terhadap gerbang pintu masuk tersebut. Karena kerusakannya juga cukup membahayakan,” katanya.

Selain memperbaiki bagian yang rusak, Dinas PUPR juga tengah mengevaluasi material yang akan digunakan sebagai pengganti keramik lama. Langkah itu dilakukan agar hasil perbaikan lebih kuat dan tidak kembali mengalami kerusakan dalam waktu singkat.

Chandra mengatakan tim teknis dari Bidang Cipta Karya telah melakukan survei dan identifikasi terhadap kondisi fisik gerbang. Terutama pada bagian keramik yang mengalami kerusakan cukup parah.

“Tim Bidang Cipta Karya sudah melakukan survei identifikasi terhadap kondisi gerbang, khususnya keramik yang mengalami kerusakan. Dalam waktu dekat akan dilakukan penanganan sementara sebelum perbaikan secara menyeluruh dilaksanakan pada anggaran perubahan,” ucapnya.

Sebelumnya, gerbang pintu masuk Kota Banjarmasin di jalan Ahmad Yani Kilometer 6 yang semestinya menjadi ikon, berubah menjadi ancaman keselamatan. Sejumlah keramik gerbang di bagian atas maupun bawah bangunan terlepas dan jatuh sewaktu-waktu.

Kerusakan tersebut menjadi ancaman nyata bagi pengguna jalan maupun warga yang setiap hari beraktivitas di sekitar gerbang. Termasuk para tukang ojek yang sehari-harinya mangkal menunggu penumpang.

Selain rusak, tiang-tiang bangunan dipenuhi coretan vandalisme. Sementara area di bawah gerbang kerap dijadikan tempat berkumpul hingga lokasi orang tidur, sehingga mengurangi citra salah satu pintu masuk utama Kota Seribu Sungai.

Seorang tukang ojek yang mangkal di lokasi, Zainuddin, mengaku sudah bertahun-tahun menyaksikan kondisi gerbang semakin rusak tanpa adanya perbaikan yang berarti. Ia mengaku setiap hari dihantui rasa khawatir saat mencari nafkah.

“Ini membahayakan. Keramiknya sudah banyak yang lepas. Kalau jatuh bisa mengenai orang yang lewat maupun kami yang mangkal di sini,” ujarnya, saat ditemui awak media, Selasa, 30 Juni 2026.

Menurut Zainuddin, kerusakan tersebut sudah berlangsung cukup lama. Ia berharap pemerintah segera bertindak sebelum kerusakan tersebut memakan korban. Stn

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img