28 C
Banjarbaru
Kamis, Oktober 1, 2026
spot_img

DEMA PTKIN Kalimantan Kawal Audiensi Warga Tatah Layap kabupaten Banjar, Desak PTAM Intan Banjar Pulihkan Air Bersih

Aliansi Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (DEMA PTKIN) Seluruh Indonesia Wilayah Kalimantan mendampingi masyarakat Desa Tatah Layap melakukan audiensi langsung di Kantor Pusat PT Air Minum (PTAM) Intan Banjar, Banjarbaru.

Audiensi ini digelar untuk memastikan tidak ada lagi pematian maupun gangguan suplai air bersih di Desa Tatah Layap, Kecamatan Tatah Makmur, Kabupaten Banjar. Kedatangan rombongan mahasiswa dan perwakilan warga ini dipicu kekecewaan atas terhentinya distribusi air bersih dari PTAM Intan Banjar yang telah dirasakan warga selama tiga bulan terakhir.

Dalam audiensi yang diterima langsung oleh Direktur PTAM Intan Banjar, Saipul Anwar, Aliansi DEMA PTKIN Kalimantan menyerahkan dokumen resmi bertajuk

“TUNTUTAN MASYARAKAT DESA TATAH LAYAP” yang berisi 8 poin tuntutan utama:

1. Pemulihan Distribusi Air Bersih: Menuntut pemulihan distribusi air bersih secepatnya tanpa membiarkan masyarakat bertahan dalam ketidakpastian.

2. Keterbukaan Informasi: Membuka secara transparan penyebab terhentinya pelayanan air selama tiga bulan, baik kendala teknis maupun kerusakan jaringan.

3. Target Waktu Perbaikan yang Jelas: Menetapkan batas waktu perbaikan yang pasti agar warga tahu kapan air dapat kembali mengalir normal.

4. Penyediaan Air Bersih Darurat Gratis: Menyediakan bantuan air bersih darurat secara gratis selama pasokan reguler belum pulih.

5. Kebijakan Pembebasan/Pengurangan Tagihan: Memberikan skema pembebasan atau kompensasi biaya tagihan selama periode pematian air.

6. Pelibatan Masyarakat dalam Pengawasan: Mengikutsertakan perwakilan warga dan pemerintah desa dalam mengawasi proses perbaikan di lapangan.

7. Evaluasi Menyeluruh: Melakukan evaluasi total pada sistem pelayanan di Desa Tatah Layap agar krisis serupa tidak terulang.

8. Pertanggungjawaban Publik: Memberikan pertanggungjawaban resmi kepada pelanggan atas terganggunya kebutuhan dasar masyarakat.

Koordinator Daerah DEMA PTKIN Wilayah Kalimantan, Khairul Fikri, menegaskan bahwa aksi pendampingan ini adalah bentuk pengawalan hak dasar rakyat.

“Kami tidak meminta sesuatu yang mewah. Kami hanya menuntut air yang menjadi kebutuhan dasar kami. Tiga bulan sudah cukup. Hidupkan kembali air untuk rakyat Tatah Layap,” tegas Khairul.

Di akhir audiensi, surat tuntutan tersebut ditandatangani oleh Koordinator Daerah DEMA PTKIN Wilayah Kalimantan dan Direktur PTAM Intan Banjar di atas materai sebagai tanda komitmen bersama untuk menyelesaikan permasalahan distribusi air tersebut. Lut

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img