Dentuman aksi bela diri mengguncang Halaman Stadion Pertasi Kencana Pelaihari, Sabtu (8/8/2026) malam. Ajang Fight Night – Last Man Standing menyedot perhatian masyarakat dengan menghadirkan petarung pria dan wanita dari berbagai kelompok usia.
Mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa, para peserta tampil berdasarkan kelas atau kategori berat badan. Sistem tersebut diterapkan agar pertandingan berlangsung lebih seimbang dengan mempertemukan petarung sesuai bobot yang telah ditentukan.
Menariknya, gelaran kali ini menerapkan dua aturan pertandingan.
Kategori pertama merupakan rules pukulan, di mana peserta hanya diperbolehkan menggunakan teknik pukulan selama bertanding.
Sementara kategori kedua adalah rules pukul dan tendang. Pada kategori ini, petarung diperbolehkan mengombinasikan teknik pukulan dan tendangan sesuai ketentuan yang ditetapkan panitia.
Dua rules tersebut membuat pertarungan berlangsung dengan karakter berbeda. Penonton yang memadati lokasi pun dibuat tegang menyaksikan setiap duel yang berlangsung di atas arena.
Sorakan dan tepuk tangan pecah setiap kali para petarung mulai beradu teknik dan melancarkan serangan. Meski berlangsung keras, pertandingan tetap mengedepankan aturan, sportivitas dan keselamatan peserta.
Gelaran yang didukung Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Tanah Laut tersebut tak sekadar menjadi ajang unjuk kemampuan para pegiat bela diri.
Fight Night juga diarahkan menjadi wadah pembinaan olahraga untuk menjaring bibit-bibit potensial yang nantinya dapat dikembangkan menjadi atlet bela diri.
Selain itu, kegiatan ini menjadi alternatif hiburan olahraga bagi masyarakat Pelaihari dan sekitarnya.
Kepala Dispora Tanah Laut, Rudi Imithansyah, mengatakan Fight Night tidak berhenti pada pelaksanaan malam ini.
Menurutnya, agenda serupa direncanakan digelar secara rutin setiap dua minggu sekali.
“Insyaallah kegiatan ini akan kita adakan dua minggu sekali. Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi, silakan mendaftarkan diri,” ujarnya.
Dengan pelaksanaan secara berkala, Fight Night diharapkan mampu menjadi ruang bagi atlet maupun pegiat bela diri di Tanah Laut untuk mengasah kemampuan, membangun mental bertanding, sekaligus menumbuhkan sportivitas.
Masyarakat yang ingin ambil bagian pada gelaran berikutnya dapat mempersiapkan diri dan memantau informasi pendaftaran yang disampaikan panitia.Dede![]()








