27 C
Banjarbaru
Monday, July 22, 2024
spot_img

Begini Tip Pemprov Kalsel Cegah Penyimpangan dan Korupsi

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus berupaya meningkatkan penggunaan barang dan jasa secara elektronik, khususnya dalam memanfaatkan toko daring dan katalog elektronik.

Sekretaris Daerah Prov Kalsel Roy Rizali Anwar yang diwakili oleh Inspektur Daerah Akhmad Fydayeen menyebutkan hal tersebut penting untuk memenuhi indikator-indikator Monitoring Center For Prevention (MCP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Indikator itu penting, khususnya parameter E-Procurement dalam mendorong pencegahan korupsi,” ujar Akhmad Fydayeen pada pembukaa Rapat Koordinasi Pencegahan Korupsi pada Sektor Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Kalsel, di Ruang Rapat Aberani Sulaiman, Banjarbaru, Jumat (31/5/2024).

Ia menjelaskan jika pengadaan barang dan jasa merupakan mekanisme belanja pemerintah yang memegang peranan penting dalam pemanfaatan anggaran negara.
Pengelolaan pengadaan barang dan jasa ini harus dilaksanakan secara efisien, efektif, terbuka dan akuntabel serta bebas dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme.

Fydayeen mengajak kepada seluruh pemangku kepentingan untuk terus memantau dan mengevaluasi setiap tahapan pengadaan barang dan jasa secara seksama.

“Kita dapat melihat potensi yang begitu besar untuk melakukan penyelewengan dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah sehingga sangat diperlukan pengetahuan, guna mengidentifikasi potensi-potensi terjadinya pelanggaran,” lanjutnya.

Penyelewengan dalam pengadaan barang dan jasa dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti persekongkolan tender, markup harga, penyalahgunaan wewenang dan penyuapan.

“Praktik-praktik ini tidak hanya merugikan keuangan negara tetapi juga menghambat pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik yang berkualitas,” tambah Fydayeen.
Dari Rakor ini nantinya dapat memetakan akar masalah terkait pengadaan barang dan jasa pemerintah di Provinsi Kalsel.

“Teridentifikasinya akar permasalahan, kita dapat merumuskan solusi yang tepat dan komprehensif sehingga dapat menyusun saran dan rekomendasi untuk menutup celah-celah, maka sistem pengadaan dapat berjalan dengan baik dan minim penyimpangan,” tutupnya. As [IK]

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles