25.6 C
Banjarbaru
Minggu, November 8, 2026
spot_img

Sekolah Jalan, Bisnis Pun Berkembang: Kisah Qory Angelia dan Cece Cookies

Berawal dari tugas sekolah, Qory Angelia Seputro, siswi berusia 16 tahun asal Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, berhasil mengembangkan usaha kuliner rumahan bernama Cece Cookies.

Siswi kelas XI jurusan Akuntansi SMKN 1 Pelaihari tersebut membuktikan bahwa usia muda dan kesibukan belajar bukan penghalang untuk mulai berwirausaha.

Menariknya, usaha itu bermula dari tugas kelompok mata pelajaran Bahasa Inggris yang diberikan gurunya, Miss Ricka. Saat itu, Angel bersama teman-temannya mendapat tugas membuat produk dengan tema Procedure Text.

Dari tugas tersebut, mereka mencoba membuat kukis. Setelah mencicipi hasilnya, Angel kemudian mendapat ide untuk mengembangkan produk tersebut menjadi peluang usaha.

Awalnya, kukis buatannya dipromosikan melalui media sosial sang ibu, Yulia Anggraini. Tak disangka, unggahan tersebut mendapat respons positif dari sejumlah teman dan kenalan ibunya.

Teman-teman Angel di sekolah juga memberikan tanggapan baik. Bahkan, beberapa di antaranya menyatakan tertarik membeli jika kukis tersebut dipasarkan.

Melihat peluang itu, Angel mulai membuka sistem pemesanan atau open pre-order. Dari langkah sederhana tersebut, Cece Cookies perlahan berkembang dan mulai memiliki pelanggan tetap.

Kini, Cece Cookies telah memiliki sekitar 12 varian rasa. Peminatnya tidak hanya berasal dari Pelaihari, tetapi juga mulai menjangkau daerah lain, termasuk Banjarbaru.

Dalam menjalankan usaha, Angel mendapat dukungan penuh dari sang ibu. Angel lebih banyak menangani proses produksi, sementara Yulia membantu pemasaran, menerima pesanan hingga mengatur distribusi bersama reseller.

Karena masih berstatus pelajar dan kapasitas produksi yang terbatas, mereka memilih menggunakan sistem pre-order serta menitipkan produk di sejumlah tempat, termasuk lingkungan sekolah.

Distribusi pesanan juga dilakukan secara bergiliran agar kebutuhan pelanggan dan reseller tetap bisa terpenuhi.

Yulia Anggraini mengatakan, dirinya mendukung aktivitas usaha putrinya selama pendidikan tetap menjadi prioritas.

Menurutnya, sekolah dan berwirausaha bukan dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya bisa berjalan beriringan selama anak mampu disiplin dan mengatur waktu.

Terlebih, Angel juga mampu mempertahankan prestasi akademiknya dengan meraih peringkat pertama di kelas.

“Anak-anak kan juga bisa ranking di kelasnya, dia ranking satu. Tapi dia juga bisa usaha. Sebenarnya itu bisa berjalan bersama kalau memang anaknya disiplin dan bisa membagi waktu untuk belajar dan bisnis,” ungkap Yulia kepada inikalsel.id, Minggu (8/11/2026).

Dukungan keluarga turut menjadi bagian dari perjalanan Angel mengembangkan Cece Cookies. Yulia menyebut, keterampilan membuat kue memiliki kedekatan dengan keluarga dari pihak ayah Angel yang juga mempunyai latar belakang usaha roti dan kuliner.

Meski mulai berkembang, Angel dan ibunya belum berencana membuka toko sendiri. Mereka memilih mempertahankan sistem pre-order dan reseller sembari menyesuaikan kemampuan produksi dengan kesibukan sekolah.

Bagi Angel, usaha tersebut bukan sekadar menghasilkan produk kuliner, tetapi juga menjadi ruang belajar di luar kelas.

Melalui Cece Cookies, ia mulai mengenal proses produksi, pemasaran, pelayanan pelanggan hingga pengelolaan usaha.

Kisah Angel menjadi contoh bahwa peluang usaha bisa lahir dari hal sederhana, bahkan dari sebuah tugas sekolah. Dengan kreativitas, keberanian mencoba dan dukungan keluarga, ide kecil pun bisa berkembang menjadi usaha yang memiliki pasar.

Di usia 16 tahun, Angel tidak hanya belajar akuntansi di bangku sekolah, tetapi juga mulai mempraktikkan ilmu tentang dunia usaha secara langsung. Dede

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img