30.9 C
Banjarbaru
Jumat, November 6, 2026
spot_img

Manfaatkan Listrik untuk Usaha, Seattle Barbershop Tetap Bertahan Layani Pelanggan di Tengah Pemadaman

Pemanfaatan energi listrik menjadi bagian penting dalam menunjang aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satunya terlihat pada Seattle Barbershop, usaha pangkas rambut yang berlokasi di Jalan Kuburan Muslimin, tepat di samping Alfamart, Banjarmasin.

Usaha yang dikelola oleh pria yang akrab disapa Si Boy ini telah beroperasi sejak 2016. Dengan tarif potong rambut sebesar Rp15.000, Seattle Barbershop melayani berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Pada 06/11/2026, aktivitas pangkas rambut di tempat tersebut terlihat berjalan seperti biasa. Si Boy mengungkapkan, rata-rata pelanggan yang datang setiap hari mencapai sekitar 20 orang.

“Nyaman aja, Pang, cariannya,” ujar Si Boy saat menceritakan aktivitas usahanya.

Menurutnya, jumlah pelanggan bisa meningkat hingga sekitar 30 orang ketika memasuki hari libur. Selain itu, momen menjelang tahun ajaran baru juga menjadi salah satu periode paling ramai karena banyak orang tua mengajak anak-anak mereka untuk merapikan rambut sebelum kembali bersekolah.

Saat ini, Seattle Barbershop menempati tempat usaha dengan sistem sewa setiap tiga bulan sebesar Rp4 juta. Meski harus mengeluarkan biaya operasional untuk tempat, Si Boy tetap berupaya mempertahankan kualitas pelayanan agar pelanggan merasa nyaman.

Tren model rambut juga turut memengaruhi jumlah pelanggan. Menurut Si Boy, model rambut hyper menjadi salah satu gaya yang sedang banyak diminati anak-anak pada musim ini.

Dalam menjalankan usahanya, listrik memiliki peran penting untuk mendukung berbagai peralatan pangkas rambut. Namun, di tengah kondisi pemadaman listrik yang belakangan terjadi setiap dua hari sekali, Si Boy mengaku tidak terlalu terganggu.

“Sekarang musim pemadaman listrik per dua hari sekali, tidak ada masalah, tetap lanjut kita,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, sebagian besar peralatan pangkas rambut yang digunakan saat ini sudah menggunakan sistem baterai isi ulang atau cas. Dengan demikian, aktivitas pelayanan masih dapat berjalan meskipun aliran listrik sedang padam.

Meski demikian, ada satu kendala yang cukup dirasakan, yakni penggunaan kipas angin. Ketika listrik padam, kipas tidak dapat berfungsi sehingga ruangan menjadi lebih panas, terutama saat musim kemarau.

Kondisi tersebut terkadang membuat pelanggan merasa kurang nyaman ketika sedang menjalani proses pemotongan rambut. Sebab, selain keterampilan barber, kenyamanan tempat juga menjadi salah satu faktor penting dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan.

Untuk memudahkan transaksi, Seattle Barbershop juga telah menyediakan pembayaran digital melalui QRIS. Namun, Si Boy menyebutkan bahwa sebagian besar pelanggan masih lebih memilih melakukan pembayaran secara tunai.

Ke depan, Si Boy berharap dapat mengembangkan usahanya dengan memperbarui peralatan pangkas rambut serta meningkatkan fasilitas tempat usaha. Salah satu keinginannya adalah memiliki tempat yang dilengkapi pendingin ruangan atau AC.

“Harapannya paling handak berganti barber dan tempatnya pakai AC agar pelanggan lebih nyaman,” tuturnya.

Kisah Seattle Barbershop menjadi gambaran bagaimana pelaku UMKM memanfaatkan energi listrik untuk mendukung kegiatan ekonomi sehari-hari. Meski menghadapi kendala pemadaman listrik dan keterbatasan fasilitas, usaha pangkas rambut yang telah berjalan sejak 2016 tersebut tetap berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat. BS

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img