32 C
Banjarbaru
Senin, November 2, 2026
spot_img

Maksimalkan Peran Posyandu, Banjarmasin Kejar Target Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin menggelar Pembinaan dan Sosialisasi Pencegahan Anak Tidak Sekolah (ATS) serta Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Masjid Qamaruddin, Kelurahan Pemurus Baru, pada Senin (2/11/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Tim Pembina Posyandu sekaligus Bunda PAUD Kota Banjarmasin, Neli Listriani Yamin HR, bersama lurah dan kader Posyandu dari seluruh Kelurahan Pemurus Baru.

Kepala Disdik Banjarmasin, Ryan Utama, menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan memperkuat peran Posyandu dalam menerapkan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), khususnya di bidang pendidikan.

Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah mendata anak usia 5–6 tahun yang belum mendapatkan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Selain itu, petugas juga mengidentifikasi anak-anak yang putus sekolah atau berisiko putus sekolah.

“Kami ingin memberikan pemahaman kepada para kader Posyandu tentang pentingnya Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah, yang merupakan bagian dari program Wajib Belajar 13 Tahun. Kader Posyandu diharapkan aktif mengedukasi, mendampingi, dan membagikan informasi akses pendidikan kepada masyarakat,” ujar Ryan.

Kegiatan ini menekankan pentingnya kolaborasi antara Posyandu, kelurahan, dan Dinas Pendidikan demi memenuhi SPM tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Disdik juga menyosialisasikan program prioritas Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, yaitu Bantuan Perlengkapan Peserta Didik dan Program Beasiswa untuk jenjang PAUD hingga SMP. Program ini direncanakan berjalan mulai Tahun Anggaran 2027.

“Program ini dirancang untuk meringankan beban ekonomi keluarga, memperluas akses sekolah, dan mencegah anak putus sekolah. Sebagai bentuk dukungan, kami juga menyerahkan bantuan Alat Permainan Edukatif (APE) untuk menunjang stimulasi tumbuh kembang anak di Posyandu,” tambah Ryan.

Bantuan APE ini diharapkan bisa digunakan para kader untuk menciptakan aktivitas bermain yang mendidik dan menyenangkan. Alat ini juga menjadi sarana edukasi bagi orang tua tentang pentingnya memberikan stimulasi pendidikan sejak usia dini.

Melalui gerakan ini, Pemerintah Kota Banjarmasin mengajak kader Posyandu untuk memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan yang layak, inklusif, dan berkelanjutan.

Pendataan yang kuat, edukasi keluarga, sarana belajar yang memadai, serta bantuan pendidikan diharapkan menjadi langkah nyata dalam menghapus angka Anak Tidak Sekolah sekaligus memperluas layanan PAUD di Banjarmasin. Stn

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img