Musim kemarau panjang menjadi tantangan tersendiri bagi petani terong di Banjarbaru. Selain kesulitan mendapatkan sumber air, petani kini juga harus menghadapi kondisi kabut asap yang mengganggu pernapasan saat beraktivitas di lahan.
Di tengah keterbatasan air, petani harus meningkatkan intensitas penyiraman. Jika biasanya tanaman cukup disiram satu kali sehari, kini penyiraman dilakukan dua kali sehari untuk menjaga tanaman tetap tumbuh dan tidak mengalami kekeringan.
Tanaman terong umumnya mulai memasuki panen pertama pada usia 50–60 hari setelah bibit dipindah tanam, tergantung varietas yang digunakan. Perawatan ekstra pun diperlukan agar tanaman mampu bertahan hingga masa panen.
Namun, perjuangan petani tidak berhenti pada persoalan air. Kabut asap yang menyelimuti kawasan juga menjadi ancaman bagi kesehatan. Kondisi tersebut membuat aktivitas di lahan terasa lebih berat karena asap mengganggu pernapasan para petani yang tetap harus bekerja di bawah teriknya musim kemarau.

Meski menghadapi berbagai kendala, petani tetap bertahan dan merawat tanaman dengan penuh ketekunan. Di tengah kemarau dan kabut asap, setiap tetes air dan setiap tanaman yang tumbuh menjadi harapan untuk tetap menghasilkan panen. BS![]()








