Bagaimana mengenalkan budaya daerah kepada generasi muda di tengah derasnya arus tren dari luar negeri?
Pertanyaan tersebut coba dijawab Nanang Fatih melalui inovasi bernama SAMANTU (Satu Menit Lebih Tahu), sebuah konten edukasi budaya dalam ranah Nanang Galuh Kabupaten Tanah Laut.
Nanang Fatih mengatakan kepada inikalsel.id, Selasa (15/9/2026), pelestarian budaya harus mampu mengikuti perkembangan zaman, terutama di tengah kuatnya pengaruh media sosial terhadap generasi muda.
“Di era digital, menurut data Badan Pusat Statistik sekitar 220 juta jiwa pengguna media sosial adalah generasi muda dan didominasi tren luar negeri. Ini menjadi salah satu titik krisis budaya saat ini,” ujar Nanang Fatih.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alasan penting untuk menghadirkan cara baru dalam memperkenalkan budaya Tanah Laut kepada generasi muda.
Melalui storytelling berdurasi singkat, SAMANTU mengangkat beragam kekayaan budaya Tanah Laut. Mulai dari tradisi, kesenian, kuliner, permainan tradisional hingga kearifan lokal.
Konsepnya dibuat sederhana: menarik perhatian, membangun rasa penasaran, memberikan informasi, kemudian menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya daerah.
Bagi Nanang Fatih, durasi satu menit mungkin terbilang singkat. Namun, satu menit tersebut bisa menjadi pintu awal bagi seseorang untuk mengenal budaya di daerahnya sendiri.
Dari sekadar tahu, diharapkan tumbuh pemahaman. Dari pemahaman muncul kepedulian, hingga akhirnya melahirkan tindakan untuk ikut melestarikan budaya.
SAMANTU pun menjadi gambaran bahwa peran Nanang Galuh tidak hanya sebagai representasi daerah, tetapi juga dapat menjadi komunikator sekaligus penggerak dalam upaya pelestarian budaya. Dede![]()








