Dinas Perikanan Kabupaten Tanah Bumbu memberikan apresiasi terhadap pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) binaan yang mengembangkan berbagai produk olahan berbahan hasil perikanan, khususnya bakso atau pentol ikan.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dinas Perikanan Kabupaten Tanah Bumbu, Rahmiwati Zulfah, menilai usaha tersebut memiliki peluang pasar yang cukup besar dan perlu terus dikembangkan agar tidak hanya menyasar konsumen lokal.
Rahmiwati mengatakan, salah satu langkah penting untuk memperluas pasar adalah memastikan legalitas usaha dan produk telah dilengkapi. Mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB), PIRT, sertifikat halal hingga perizinan BPOM sesuai ketentuan.
“Kalau kita mau meningkatkan dan memperluas pasar, paling tidak perizinannya harus lengkap. Market biasanya mencari sertifikat halal dan perizinan produk,” ujarnya saat diwawancarai secara daring dari Tanah Bumbu, Minggu (6/9/2026).
Selain legalitas, pelaku UMKM juga didorong meningkatkan kualitas rasa, kreativitas dan inovasi produk. Menurut Rahmiwati, potensi bahan baku perikanan di Tanah Bumbu sangat beragam, seperti ikan bandeng dan udang, sehingga dapat dikembangkan menjadi berbagai produk seperti pentol ikan bandeng, pentol udang maupun nugget. “Jangan hanya melihat produk pengusaha lain kemudian ikut-ikutan. Kita harus mengembangkan kreasi sendiri dan meningkatkan kualitas produk,” katanya.
Rahmiwati juga menekankan pentingnya inovasi kemasan untuk meningkatkan daya saing produk. Kemasan dinilai harus lebih menarik sekaligus memberikan informasi yang jelas kepada konsumen, misalnya melalui label dan barcode yang dapat memuat informasi mengenai pemilik usaha, perizinan serta bahan yang digunakan. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus membuka peluang produk UMKM olahan hasil perikanan masuk ke pasar yang lebih luas.
Di tengah perkembangan teknologi, Dinas Perikanan Kabupaten Tanah Bumbu juga mendorong UMKM memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi dan pemasaran.
“Ini penting, salah satunya pemasaran melalui media sosial. Kami sedang memikirkan bagaimana melatih UMKM agar mendapatkan pengetahuan tentang cara memasarkan melalui media sosial. Memang sudah ada rencana kami untuk mengadakan pelatihan penjualan atau promosi melalui media sosial,” ungkapnya.
Digitalisasi juga diarahkan pada sistem pembayaran melalui QRIS. Rahmiwati menilai transaksi digital memberikan kemudahan bagi pelaku usaha maupun konsumen.
“Transaksi digital sekarang lebih memudahkan pelaku usaha dan konsumen bertransaksi. Kami juga mendorong setiap pelaku usaha membuat QRIS,” katanya.
Menurutnya, penerapan pembayaran digital tersebut juga telah diterapkan dalam kegiatan ekspo ketika UMKM binaan membawa produk olahan hasil perikanan, sehingga menjadi bagian dari upaya mendorong UMKM Tanah Bumbu semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu memperluas jangkauan pasarnya. As![]()








