25 C
Banjarbaru
Kamis, Agustus 20, 2026
spot_img

Stand Batu Ampar Tampilkan Wajah Bali di Tala Craft, Sarat Makna dan Filosofi

Beragam kreativitas ditampilkan kecamatan-kecamatan di Kabupaten Tanah Laut dalam ajang Tala Craft Pekan Raya Kemerdekaan yang berlangsung di halaman Stadion Pertasi Kencana, Pelaihari, Rabu (19/8/2026).

Di antara deretan stand yang menampilkan berbagai potensi daerah, stand Kecamatan Batu Ampar mencuri perhatian. Bukan mengandalkan produk UMKM, stand ini justru mengangkat kekayaan adat dan budaya Bali sebagai identitas utama.

Nuansa Bali begitu terasa sejak memasuki area stand. Berbagai ornamen, perpaduan warna, pernak-pernik budaya, hingga pakaian para penjaga stand dibuat dengan konsep khas Bali.

Salah seorang anggota stand, Komang Yudana, mengatakan konsep tersebut memang sengaja dipilih untuk memperkenalkan budaya Bali yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di Kecamatan Batu Ampar.

“Dari awal memang kita ingin mengangkat tema Bali, khususnya budaya Bali,” ujar Komang.

Menurutnya, konsep yang diusung tidak hanya mengambil satu unsur budaya. Berbagai elemen seperti gamelan, tarian, topeng, ornamen, hingga pernak-pernik khas Bali dituangkan dalam dekorasi stand.

“Tidak satu saja. Ada gamelan, tarian, topeng-topeng, pernak-pernik Bali, pokoknya apa yang ada dalam budaya Bali kita tuangkan di sini,” jelasnya.

Menariknya, seluruh anggota yang terlibat dalam stand tersebut merupakan pemuda dan pemudi dari Desa Batu Ampar. Mereka turut mengenakan pakaian dan kostum bernuansa Bali untuk memperkuat konsep yang ditampilkan.

Tak sekadar dekorasi, sejumlah ornamen yang berada di stand juga memiliki makna tersendiri. Salah satunya adalah gayor yang ditempatkan di bagian depan stand.

Komang menjelaskan, gayor menjadi simbol seolah-olah pengunjung memasuki sebuah pintu menuju ruang dengan suasana dan identitas budaya yang berbeda.

“Gayor itu melambangkan bahwa kita masuk ke pintu yang berbeda. Jadi bukan sekadar dekorasi, tetapi memiliki makna tersendiri,” katanya.

Sementara itu, warna merah yang dominan digunakan di bagian dalam stand juga memiliki filosofi. Warna tersebut terinspirasi dari unsur warna Tridatu dalam budaya Bali, yakni merah, hitam dan putih.

“Warna merah kita ambil dari gelang Tridatu yang biasanya dipakai orang Bali. Merah itu melambangkan keberanian,” ungkap Komang.

Konsep tersebut menjadi salah satu bentuk kreativitas Kecamatan Batu Ampar dalam memeriahkan Tala Craft sekaligus memperlihatkan keberagaman budaya yang hidup di Tanah Laut.

Melalui stand tersebut, pengunjung tidak hanya disuguhkan produk, tetapi juga diajak mengenal lebih dekat identitas budaya Bali yang tumbuh dan menjadi bagian dari masyarakat di Kecamatan Batu Ampar.

Keberadaan stand bernuansa Bali ini sekaligus menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat dirayakan melalui keberagaman adat dan budaya yang ada di Kabupaten Tanah Laut. Dede

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img