Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Tanah Laut menggelar aksi penyampaian aspirasi di Kantor PLN ULP Pelaihari, Kamis (2/7/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas pemadaman listrik yang terjadi berulang kali dan dinilai telah merugikan masyarakat Kalimantan Selatan, khususnya di Kabupaten Tanah Laut.
Sebelum aksi dimulai, kawasan Kantor PLN ULP Pelaihari dijaga aparat gabungan dari Kepolisian dan TNI guna memastikan kegiatan berlangsung aman dan kondusif.
Berbeda dengan aksi demonstrasi pada umumnya, penyampaian aspirasi kali ini berlangsung melalui audiensi tertutup di dalam kantor PLN. Pertemuan tersebut dihadiri jajaran PC PMII Tanah Laut, Manager beserta staf PLN ULP Pelaihari, serta disaksikan insan pers.
Ketua PC PMII Tanah Laut, Risqiatun Hasanah, mengatakan pihaknya menyampaikan lima tuntutan kepada PLN. Namun, hasil mediasi dinilai belum memberikan jawaban yang memuaskan sehingga PMII berencana melanjutkan aksi di Kantor PLN UID Kalselteng di Banjarbaru pada 7 Juli 2026.
“Lima tuntutan kami yakni meminta General Manager PLN UID Kalselteng menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat terdampak, meminta transparansi penyebab pemadaman, menuntut pemberian kompensasi kepada masyarakat, mendesak perbaikan kinerja agar pasokan listrik kembali optimal, serta meminta evaluasi terhadap minimnya penyampaian informasi oleh PLN ULP Pelaihari,” ujarnya.
Risqiatun menegaskan, apabila dalam waktu 7×24 jam tidak ada perbaikan, khususnya terkait pelayanan informasi kepada masyarakat, pihaknya meminta dilakukan evaluasi terhadap pimpinan PLN ULP Pelaihari.
Ia juga menilai kompensasi yang diberikan PLN belum sebanding dengan kerugian masyarakat akibat pemadaman listrik yang terjadi berulang.
“Kerugian masyarakat sangat besar, terutama pelaku UMKM yang aktivitas usahanya terganggu. Selain itu, banyak warga mengaku mengalami kerusakan peralatan elektronik akibat gangguan listrik,” katanya.

Menanggapi tuntutan tersebut, Manager PLN ULP Pelaihari, Hudaibiy Hibban, menyampaikan permohonan maaf mewakili manajemen PLN UID Kalselteng atas gangguan kelistrikan yang terjadi.
Menurutnya, permohonan maaf dari General Manager PLN UID Kalselteng sebenarnya telah disampaikan beberapa hari sebelum audiensi berlangsung.
“Kami mewakili PLN UID Kalselteng memohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat atas kejadian yang terjadi. Gangguan ini disebabkan adanya kendala pada pembangkit PLTGU di sistem interkoneksi Kalimantan sehingga memengaruhi pasokan listrik di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur,” jelas Hudaibiy.
Terkait kompensasi, ia mengatakan PLN akan memberikannya sesuai ketentuan Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2025. Bentuk kompensasi berupa penambahan token listrik bagi pelanggan prabayar maupun potongan tagihan bagi pelanggan pascabayar yang terdampak.
Hudaibiy juga mengakui penyampaian informasi saat awal pemadaman masih belum optimal. Sebagai langkah perbaikan, PLN telah menyiapkan sejumlah kanal informasi, termasuk grup komunikasi bersama camat dan kepala desa serta WhatsApp Channel agar informasi gangguan listrik dapat diterima masyarakat lebih cepat.

“Kami akan meningkatkan penyebaran informasi, termasuk melakukan sosialisasi kepada para camat agar informasi bisa diteruskan hingga ke tingkat desa sehingga masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan tidak simpang siur,” katanya.
Ia menambahkan, penyebab utama pemadaman listrik beberapa waktu terakhir adalah terganggunya pembangkit pada sistem interkoneksi Kalimantan yang mengakibatkan berkurangnya pasokan daya ke jaringan kelistrikan di wilayah Kalimantan Selatan dan sekitarnya. Dede![]()










