Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR secara resmi membuka Kejuaraan Cabang Olahraga Sepatu Roda Wali Kota Cup Tahun 2026 yang digelar di Halaman GOR Hasanuddin Banjarmasin, Sabtu (27/06).
Kejuaraan yang menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin tersebut diikuti oleh 123 atlet dari 10 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga diharapkan menjadi wadah pembinaan atlet usia dini sekaligus mempererat silaturahmi antara pecinta olahraga sepatu roda di Banua.
Turut hadir dalam kegiatan Ketua KONI Kota Banjarmasin Hermansyah, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Ketua Persatuan Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Kota Banjarmasin Ahmad Husaini, serta jajaran terkait.
Usai membuka kejuaraan, Wali Kota Yamin menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta yang datang dari berbagai wilayah di Kalimantan Selatan. Menurutnya, kejuaraan ini menjadi momentum penting untuk menjaring bibit-bibit atlet potensial sekaligus memasyarakatkan olahraga sepatu roda.
“Hari ini kita membuka kegiatan Kejuaraan Wali Kota Cup Perserosi yang dihadiri peserta dari 10 kabupaten dan kota. Tentunya ini menjadi ajang yang sangat baik bagi para atlet, khususnya anak-anak, untuk menunjukkan kemampuan sekaligus meningkatkan prestasi di cabang olahraga sepatu roda,” ujarnya.
Yamin juga mengungkapkan komitmen Pemerintah Kota Banjarmasin dalam mendukung perkembangan olahraga sepatu roda melalui penyediaan fasilitas latihan yang representatif.
“Kita ingin para atlet maupun penghobi sepatu roda memiliki lapangan atau tempat bermain yang layak. Karena itu, kami sudah menyampaikan agar nantinya di Taman Kamboja atau kawasan Alun-Alun dapat dijadikan salah satu lokasi latihan dan aktivitas komunitas sepatu roda,” jelasnya lagi.
Menurutnya, rencana pembangunan lintasan khusus tersebut akan terlebih dahulu melalui proses kajian lokasi sebelum direalisasikan.
“Mudah-mudahan bisa dikerjakan atau dianggarkan tahun ini. Kalau belum memungkinkan, Insya Allah akan kita upayakan pada tahun 2027. Tentunya lokasi akan kita tinjau terlebih dahulu agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan para atlet,” beber dia.
Lebih lanjut, ia berharap kejuaraan yang digelar dalam rangka Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin tersebut dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah.
“Saya berharap seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap pertandingan. Terima kasih kepada seluruh kabupaten dan kota yang telah berpartisipasi. Semoga kegiatan berjalan lancar, aman, dan seluruh peserta selalu diberikan kesehatan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Perserosi Kota Banjarmasin Ahmad Husaini menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Banjarmasin atas dukungan penuh terhadap pengembangan olahraga sepatu roda, termasuk penyelenggaraan kejuaraan tingkat provinsi tersebut.
“Kami selaku Perserosi merasa sangat bangga dan berterima kasih kepada Pemerintah Kota Banjarmasin yang telah memberikan dukungan sehingga kejuaraan ini dapat terlaksana. Antusiasme peserta benar-benar di luar dugaan kami,” ungkapnya.
Ia menyambut baik rencana Wali Kota untuk menghadirkan lintasan khusus sepatu roda di Taman Kamboja sebagai sarana pembinaan atlet maupun komunitas.
“Sesuai arahan Bapak Wali Kota, mudah-mudahan tahun ini dapat dianggarkan pembangunan lintasan khusus sepatu roda di Taman Kamboja. Ini tentu menjadi harapan besar bagi kami agar para atlet memiliki fasilitas latihan yang lebih memadai,” ujarnya.
Husaini menjelaskan, Kejuaraan Wali Kota Cup Sepatu Roda 2026 diikuti oleh 123 atlet dari 10 kabupaten dan kota se-Kalimantan Selatan dengan total hadiah sebesar Rp20 juta yang didukung Pemerintah Kota Banjarmasin.
“Kejuaraan ini khusus untuk Kalimantan Selatan dengan jumlah peserta sebanyak 123 atlet. Alhamdulillah, pemerintah kota juga memberikan dukungan hadiah sebesar Rp20 juta. Ke depan, kami berharap jika lintasan baru sudah tersedia, Wali Kota Cup bisa ditingkatkan menjadi kejuaraan tingkat nasional,” katanya.
Ia menambahkan, pertandingan dibagi ke dalam tiga kelompok umur agar pembinaan atlet dapat berjalan lebih maksimal.
“Kategori yang dipertandingkan terdiri dari Kelompok Umur A untuk TK sampai kelas 3 SD, Kelompok Umur B dari kelas 4 SD hingga SMP, dan Kelompok Umur C untuk SMA hingga umum. Hampir 80 persen peserta merupakan anak-anak usia dini. Ini menunjukkan bahwa olahraga sepatu roda semakin diminati masyarakat dan menjadi ajang pembinaan atlet masa depan,” pungkasnya.
Melalui penyelenggaraan Kejuaraan Wali Kota Cup Sepatu Roda Tahun 2026, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap olahraga sepatu roda semakin berkembang, mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi, serta memperkuat budaya hidup sehat dan aktif di tengah masyarakat menuju Banjarmasin Maju Sejahtera. *Stn![]()










