Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, melalui Plh Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Subhan Noor Yaumil, membuka Public Communication Summit 2026 bertema “Sinergi Pengelolaan Isu dan Reputasi Era Digital” di Mahligai Pancasila Banjarmasin, Rabu (3/6/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur menekankan pentingnya koordinasi dan sinergi antar pemangku kepentingan dalam menjaga kepercayaan publik di tengah pesatnya perkembangan media digital dan media sosial.
Menurutnya, komunikasi publik saat ini tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan isu dan reputasi institusi. Karena itu, seluruh perangkat daerah didorong untuk mengidentifikasi dan mengantisipasi potensi isu secara dini, terukur, dan terkoordinasi agar tidak berkembang menjadi krisis.
Gubernur juga menegaskan bahwa pengelolaan isu publik merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan secara lintas sektor, bukan hanya oleh satu organisasi perangkat daerah.
Pada kesempatan tersebut, para kepala daerah se-Kalimantan Selatan atau perwakilannya menandatangani deklarasi komitmen bersama untuk memperkuat pengelolaan isu publik. Komitmen tersebut mencakup penguatan monitoring isu, percepatan analisis dan tindak lanjut, peningkatan kualitas komunikasi publik, serta penyampaian informasi yang responsif, transparan, dan kredibel.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Digital Kalsel, Muhammad Muslim, mengatakan kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional yang membahas perkembangan media digital, kecerdasan buatan (AI), komunikasi publik, pengelolaan isu, serta strategi komunikasi krisis di era digital.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kesamaan persepsi dan penguatan kapasitas pemerintah daerah dalam mengelola isu serta menjaga reputasi pemerintah di ruang publik. *As![]()










