31 C
Banjarbaru
Jumat, Mei 22, 2026
spot_img

Bakesbangpol Kalsel Ajak Generasi Muda Perangi Narkoba dan Praktik Premanisme

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar kegiatan Penyuluhan Pencegahan Peredaran Narkoba dan Premanisme Tahun Anggaran 2026 di Hotel Roditha Banjarbaru, Kamis (21/5/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Stay Cool Without Drugs: Pemuda Sebagai Agen Perubahan dalam Memutus Rantai Peredaran Gelap Narkoba”.

Kegiatan dibuka Sekretaris Bakesbangpol Provinsi Kalimantan Selatan, Sri Rahma, mewakili Plt Kepala Bakesbangpol Kalsel, Ronny Eka Saputra. Dalam sambutannya, Sri Rahma menekankan bahwa ancaman narkotika kini tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan dan hukum, namun juga menjadi persoalan serius yang mengancam masa depan bangsa.

Menurutnya, peredaran narkoba telah menyasar berbagai lapisan masyarakat tanpa memandang usia maupun latar belakang sosial. Namun, generasi muda dinilai menjadi kelompok yang paling rentan terhadap pengaruh negatif tersebut.

“Jika anak-anak muda kehilangan arah akibat narkotika, maka bangsa ini juga akan kehilangan generasi unggul yang menjadi harapan pembangunan di masa depan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penyalahgunaan narkoba dapat melemahkan kualitas sumber daya manusia dan berdampak langsung terhadap ketahanan nasional. Karena itu, peran pemuda sangat penting dalam memutus rantai peredaran gelap narkotika di lingkungan sekitar.

Sri Rahma pun mengajak peserta yang berasal dari pengurus OSIS SMA sederajat, organisasi santri-santriwati, dan Badan Eksekutif Mahasiswa perguruan tinggi se-Kalimantan Selatan agar aktif menjadi pelopor gerakan anti narkoba.

“Kalian memiliki pengaruh di sekolah, kampus, maupun lingkungan sosial. Gunakan peran tersebut untuk mengedukasi dan mengajak teman-teman menjauhi narkoba serta tindakan premanisme,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan pentingnya membangun ketahanan diri melalui integritas, keberanian menolak narkoba, hingga kepedulian melaporkan indikasi peredaran barang terlarang di lingkungan masing-masing.

“Keberanian melapor merupakan bentuk kepedulian untuk menyelamatkan generasi muda dari dampak buruk narkotika,” tegasnya.

Sri Rahma menambahkan, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin berat karena peredaran narkotika telah berkembang secara sistematis dan menyasar mental serta moral pemuda.

Sementara itu, panitia pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman pelajar, mahasiswa, dan santri mengenai bahaya narkoba sekaligus mendorong mereka menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing.

Sebanyak 40 peserta mengikuti kegiatan ini yang menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Selatan, Rakhmadiansyah, serta psikolog Yayasan Psikologi Kalimantan Selatan, Maryam Agustina.

Melalui penyuluhan tersebut, peserta diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam mencegah penyalahgunaan narkoba dan menjaga lingkungan sosial yang aman, sehat, serta bebas dari praktik premanisme. *Sm

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img