26.6 C
Banjarbaru
Jumat, April 24, 2026
spot_img

Menuju 5 Abad Usia, Banjarmasin Lestarikan Olahraga Panah Berkuda

Semangat menyambut hari jadi Kota Banjarmasin yang ke-500 tahun mulai terasa langkah pacunya. Sebagai bagian dari rangkaian perayaan besar tersebut, Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Disbudporapar menggelar Kejuaraan Memanah Berkuda (Horseback Archery) Walikota Cup 2026 yang berlangsung meriah melalui partisipasi atlet dari berbagai daerah mulai dari Kalsel, Kaltim, Kalteng hingga Jawa Timur dengan total peserta kurang lebih 101 orang, selama dua hari, 24-25 April 2026 di Lapangan Bola Gerilya, Tanjung Pagar, Banjarmasin Selatan.

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR yang hadir sekaligus membuka kejuaraan secara resmi, didampingi Ketua TP PKK, Neli Listriani menyebut kegiatan ini bukan sekadar kompetisi olahraga biasa, melainkan upaya menghidupkan kembali geliat olahraga pacu kuda yang selama ini dinilai jarang tersorot.

Terlebih, ujarnya selaras dengan tema perayaan tahun ini “Kami Kawa Gawi Sabumi”, nilai-nilai dan semangat kebersamaan diharapkan dapat terus tumbuh. Hal itu terlihat dari antusiasme warga tua maupun muda yang hadir memadati lokasi untuk menyaksikan langsung aksi kuda pemanah, bahkan warga yang hadir diperbolehkan untuk mencoba sensasi menunggangi kuda yang telah disiapkan oleh penyelenggara dan tetap dalam pengawasan oleh tim spesialis tentunya secara cuma-cuma.

“Antusias anak-anak semuanya luar biasa ingin merasakan seperti apa nikmatnya berkuda dan memanah, apalagi ini merupakan pertama kali dilaksanakan,” ujar Yamin disela kegiatan yang turut dihadiri Ketua Pordasi Kalimantan Selatan sekaligus Anggota DPR RI, Bambang Heri Purnama.

“Harapan kita nanti olahraga panah berkuda ini bisa menjadi ruang wisata atau destinasi agar masyarakat bisa melihat dan belajar menaiki kuda di samping tentu juga kita mencari bibit-bibit baru unggul. Banjarmasin kita tahu cukup berprestasi dalam cabor ini namun sayang selama ini kurang terlihat atau kurang tersentuh, untuk itu dengan adanya kegiatan ini bisa menjadi perhatian lebih bagi kita ke depan,” jelasnya.

Senada Walikota, Ketua Penyelenggara kegiatan, Sheila Putri Mahardika menegaskan bahwa esensi dari Walikota Cup kali ini adalah sebagai bentuk penguatan akar budaya dan silaturahmi. Ia menyebut kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk melestarikan tradisi sekaligus mencari bibit atlet potensial.

“Kita ingin ajang ini diselenggarakan bukan sekedar untuk perlombaan, melainkan sebagai ajang silaturahmi antar pecinta kuda supaya kita bersama-sama melestarikan tradisi,” ungkap wanita yang juga menjabat anggota DPRD Kota Banjarmasin tersebut.

Bagi masyarakat, momentum menuju 5 abad usia kota ini menjadi titik balik untuk kembali mencintai olahraga sunah sekaligus tradisional yang memiliki nilai historis tinggi.

Dengan dibukanya kejuaraan ini, Pemkot Banjarmasin berharap sportivitas tetap dijunjung tinggi dan keselamatan tetap menjadi prioritas utama selama kompetisi berjalan. Semangat ini diharapkan menjadi pemantik bagi masyarakat untuk terus menjaga warisan budaya di tengah modernisasi zaman. *Stn

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img