34 C
Banjarbaru
Senin, April 20, 2026
spot_img

Menuju Seleksi Kalsel 2026, Capaska Tanah Laut Jalani Pembinaan Terstruktur

Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) mulai mematangkan persiapan pengiriman Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) ke tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2026.

Pembinaan dijadwalkan berlangsung selama sepuluh hari, mulai Rabu (15/4/2026) hingga Kamis (23/4/2026), dengan lokasi terpusat di Balai Latihan Kerja (BLK) Tanah Laut.

Selama masa tersebut, peserta menjalani program latihan yang padat dari pagi hingga malam. Materi yang diberikan mencakup latihan fisik, Peraturan Baris Berbaris (PBB), kesemaptaan, hingga pembinaan mental dan wawasan kebangsaan. Waktu istirahat juga diatur secara terstruktur untuk menjaga kondisi peserta tetap prima.

Hari pertama diisi dengan registrasi dan administrasi, dilanjutkan sesi berbagi pengalaman bersama purna paskibraka provinsi. Hari-hari berikutnya diisi dengan berbagai latihan intensif, termasuk olahraga pagi, pembinaan kepribadian, serta pelatihan tambahan seperti gym dan renang.

Selain itu, peserta juga dibekali materi TUB/PIP guna memperkuat pemahaman tugas serta nilai-nilai ideologi kebangsaan. Kegiatan ini melibatkan berbagai narasumber dari unsur Bakesbangpol, TNI/Polri, hingga pelatih bakat.

Untuk memastikan kesehatan peserta, panitia turut menjadwalkan pemeriksaan urine bekerja sama dengan BNN Tanah Laut.

Menjelang akhir kegiatan, peserta akan menghadapi simulasi intensitas tinggi seperti “Operasi Semut” serta pengarahan akhir sebelum kembali ke daerah masing-masing.

Kepala Bidang Bina Ideologi Bakesbangpol Tanah Laut, Edy Rukmana, menegaskan bahwa pembinaan ini dirancang secara menyeluruh.

“Pembinaan ini tidak hanya fokus pada fisik, tetapi juga mental, kedisiplinan, serta wawasan kebangsaan. Kami ingin memastikan peserta siap bersaing di tingkat provinsi dan mampu membawa nama baik Tanah Laut,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa dukungan fasilitas penunjang sangat berpengaruh terhadap kualitas pembinaan peserta.

“Kami berharap pemerintah daerah dapat terus mendukung, khususnya dalam penyediaan fasilitas penunjang seperti asrama, tempat ibadah, ruang belajar, hingga aula semi indoor yang representatif. Fasilitas ini penting agar proses pembinaan berjalan nyaman, terarah, dan maksimal,” tambahnya.

Edy turut menyoroti kondisi fasilitas yang selama ini masih terbatas dan belum sepenuhnya didukung secara khusus oleh pemerintah daerah.

“Selama ini pelaksanaan pembinaan masih memanfaatkan atau meminjam gedung BLK. Belum ada fasilitas yang benar-benar disiapkan secara khusus oleh pemerintah daerah untuk kegiatan ini. Ke depan, tentu kami berharap ada perhatian lebih agar pembinaan bisa dilakukan dengan sarana yang lebih memadai,” tegasnya.

Dengan program yang terstruktur dan intensif ini, diharapkan perwakilan Tanah Laut mampu tampil maksimal dan bersaing di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. Dede

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img