Semangat pengabdian dan prestasi ditunjukkan oleh Zahratul Muna, mahasiswi semester akhir Jurusan Teknik Pertambangan di Politeknik Batulicin. Perempuan yang akrab disapa Ara ini aktif di berbagai organisasi sejak duduk di bangku sekolah menengah hingga berhasil meraih sejumlah prestasi membanggakan.
Perjalanan Ara dimulai pada 2023 saat masih duduk di kelas XI SMA. Ia bergabung dengan Forum Anak Daerah Tanah Bumbu karena ajakan teman. Namun, maraknya kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan saat itu membuatnya semakin peduli untuk terlibat aktif dalam kegiatan sosial yang berdampak nyata.

“Awalnya saya hanya ikut karena ajakan teman. Tapi ketika melihat banyak kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan, hati saya tergerak untuk ikut ambil bagian dan berbuat sesuatu,” ujar Ara kepada inikalsel.id, Minggu (1/3/2026).
Selama bergabung, Ara dan rekan-rekannya mendapat pembinaan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tanah Bumbu. Ia memulai sebagai anggota tingkat kecamatan, kemudian berkembang menjadi anggota tingkat kabupaten, hingga kini dipercaya sebagai fasilitator.
Menurut Ara, Forum Anak menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk bersuara. “Forum Anak bukan hanya tempat berkumpul, tapi wadah bagi kami untuk menyampaikan aspirasi dan membantu teman-teman yang membutuhkan pendampingan,” katanya.
Melalui organisasi tersebut, kepercayaan diri Ara pun tumbuh. Ia belajar berbicara di depan umum, menyampaikan pendapat, dan berinteraksi dengan berbagai kalangan. Bahkan, ia beberapa kali dipercaya menjadi Master of Ceremony (MC) dalam acara formal yang dihadiri Bupati dan tokoh penting daerah.
“Dulu saya termasuk pemalu. Tapi dari Forum Anak saya belajar berani berbicara di depan banyak orang. Itu sangat membantu saya sampai sekarang,” ungkapnya.
Setelah lulus SMA, Ara melanjutkan pendidikan di Politeknik Batulicin, Jurusan Teknik Pertambangan. Pada semester dua, ia mendaftar sebagai Duta Kampus dan berhasil meraih gelar The Winner. Meski aktif berorganisasi, Ara tetap menjaga prestasi akademik dengan mempertahankan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,6 hingga semester lima.
“Saya percaya aktif di organisasi bukan alasan untuk mengabaikan kuliah. Keduanya bisa berjalan seimbang kalau kita disiplin mengatur waktu,” jelasnya.
Tak hanya itu, ia juga berkesempatan menjalani program magang selama tiga bulan di PT Indocement Site Tarjun, Kabupaten Kotabaru. Dari pengalaman tersebut, Ara memperoleh banyak pembelajaran lapangan serta relasi profesional. Evaluasi dari perusahaan menunjukkan hasil memuaskan, dan di kampus ia meraih nilai A dengan skor 9,2.
“Magang di Indocement memberi saya gambaran nyata tentang dunia kerja di industri pertambangan. Saya jadi lebih siap menghadapi tantangan setelah lulus nanti,” tuturnya.
Sebagai Duta Kampus, Ara berupaya memberikan kontribusi nyata. Salah satu pencapaiannya adalah membentuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) kesenian sebagai wadah bagi mahasiswa yang memiliki minat di bidang seni, seperti tari, paduan suara, dan band.
Dalam pengembangan kegiatan tersebut, Ara juga mendapat dukungan dari Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan periode 2019–2024 sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan dan Ketua Taruna Merah Putih Kalimantan Selatan, Muhammad Syaripuddin, yang akrab disapa Bang Dhin.
Tak berhenti di situ, Ara juga mewakili kampus dan Kalimantan Selatan dalam ajang Duta Edukasi Indonesia. Dalam kompetisi tersebut, ia berhasil meraih predikat Duta Terbaik sekaligus Juara II.
“Bagi saya, setiap pengalaman bukan hanya tentang gelar atau penghargaan. Yang paling penting adalah proses belajar dan bagaimana kita bisa memberi manfaat untuk orang lain,” tutup Ara. Dede![]()










