Saat sebagian warga merayakan pergantian tahun, dapur umum Dinas Sosial Kabupaten Tanah Laut justru terus mengepul. Di tengah banjir yang merendam Kecamatan Kurau, Bumi Makmur, dan sekitarnya, ribuan nasi bungkus dimasak setiap hari untuk memastikan warga terdampak tetap bisa makan.
Setiap harinya, dapur umum tersebut menyuplai sekitar 2.000 hingga 3.000 nasi bungkus yang didistribusikan kepada masyarakat penyintas banjir di dua kecamatan tersebut. Bantuan ini menjadi kebutuhan utama di tengah terbatasnya aktivitas warga akibat genangan air.
Dapur umum mulai beroperasi sejak 31 Desember 2025. Meski bertepatan dengan libur Tahun Baru, pelayanan tidak dihentikan. Para petugas dan relawan tetap bekerja sejak pagi hingga pendistribusian selesai.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tanah Laut, Eko Trianto, menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat terdampak bencana tidak mengenal hari libur. Menurutnya, hal ini merupakan wujud kehadiran negara saat warga membutuhkan.
“Walaupun libur Tahun Baru, kami tetap membuka dapur umum dan melayani masyarakat yang terdampak banjir,” ujar Eko Trianto.
Operasional dapur umum melibatkan pegawai Dinas Sosial, relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta Palang Merah Indonesia (PMI) Tanah Laut. Mereka bergotong royong mulai dari menyiapkan bahan, memasak, hingga menyalurkan makanan ke lokasi terdampak.
Bahan pangan yang digunakan juga berasal dari dukungan lintas instansi. Beras yang dimasak merupakan bantuan dari Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Kelautan (DKPP) Kabupaten Tanah Laut.
Kolaborasi antarorganisasi perangkat daerah ini menjadi kunci agar dapur umum tetap berjalan optimal. Ketersediaan logistik dijaga agar bantuan dapat terus disalurkan secara merata.
Pemerintah Kabupaten Tanah Laut memastikan dapur umum akan terus beroperasi selama banjir masih berdampak pada kehidupan masyarakat Tanah Laut. Nl![]()









