Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa se-Kalimantan Selatan (BEM Se-Kalsel) menggelar aksi unjuk rasa di depan Polda Kalsel, Senin (2/3/2026) sore.
Dalam aksinya mereka menuntut,
Kapolri Listyo Sigit Prabowo segera mundur dari jabatannya, penghapusan secara total praktik dwifungsi Polri dalam ranah sipil, menghentikan segala bentuk kekerasan, kriminalisasi, dan tindakan represif aparat terhadap rakyat sipil.
Kemudian, menuntut Kapolda Kalsel menindak tegas anggota Polisi yang terbukti melakukan pelanggaran melalui jalur pidana, bukan sekadar sanksi etik atau disiplin, secara transparan, serta menghapus praktik saling melindungi diwilayah Kalsel.
Selanjutnya, menuntut pembebasan segera seluruh tahanan politik diseluruh indonesia dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap institusi kepolisian di Kalsel.
Jenderal Lapanga Rizky menyampaikan, sejumlah poin tuntutan mereka hari ini tidak diterima oleh Polda Kalsel, kedepannya mereka akan hadir dengan massa yang lebih banyak.
“Untuk aksi selanjutnya kita akan sesegeranya melakukan konsolidasi dan merumuskan kembali,” katanya.
Sementara itu Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi menyampaikan, terkait penyampaian aspirasi dari mahasiswa di Polda Kalsel secara keseluruhan berjalan lancar dan aman.
“Aspirasi tersebut sudah disampaikan, kami juga sedang mengkaji aspirasi-aspirasi tersebut. Yang jelas, komitmen Pak Wakapolda tadi mewakili Pak Kapolda, akan berkomitmen poin-poin yang terkait dengan Polda Kalsel akan ditindaklanjuti,” tutupnya. Stn![]()










