SMA Negeri 5 Banjarmasin menggelar kegiatan Marasa Banjar (Mahakarya Rasa Budaya Banjar) dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin.
Kegiatan yang berlangsung di halaman SMA Negeri 5 Banjarmasin Jalan Sultan Adam tersebut melibatkan seluruh peserta didik. Beragam seni dan budaya Banjar ditampilkan dalam kegiatan ini.
Mulai dari tarian daerah, drama, pakaian sasirangan, hingga kuliner khas Banjar disajikan dalam kegiatan tersebut. Para siswa juga memamerkan berbagai karya mereka melalui sejumlah stan yang disiapkan dalam kegiatan Marasa Banjar.
Kepala SMA Negeri 5 Banjarmasin, Muchlis Takwin, mengatakan, kegiatan Marasa Banjar berawal dari usulan OSIS yang ingin mengisi momentum Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin dengan kegiatan yang dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya Banjar di kalangan generasi muda.
“Ini berawal dari usulan OSIS melalui organisasi kesiswaan, ingin mengisi momentum Hari Jadi Kota Banjarmasin yang ke-500. Saya melihat progresnya luar biasa. Mereka menumbuhkan semangat rasa Banjar di kalangan anak-anak kita di era globalisasi sekarang ini,” kata Muchlis, Kamis (8/10/2026) pagi.
Menurut Muchlis, Marasa Banjar menjadi wadah bagi para siswa untuk mengenal sekaligus menampilkan berbagai unsur budaya Banjar. Tidak hanya kesenian, para siswa juga menampilkan pakaian sasirangan, makanan khas, serta berbagai karya mereka.
“Di kegiatan ini semuanya bernuansa Banjar. Termasuk pakaian sasirangan, tari-tariannya, makanannya, itu ditampilkan,” ujarnya.
Muchlis menjelaskan, kegiatan Marasa Banjar sebenarnya direncanakan berlangsung pada 24 September 2026, bertepatan dengan momentum Hari Jadi Kota Banjarmasin. Namun, pelaksanaannya harus ditunda karena kondisi kabut asap.
Meski mengalami penundaan, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para siswa dan OSIS untuk tetap melaksanakan kegiatan.
Ia berharap Marasa Banjar dapat menjadi agenda tahunan SMA Negeri 5 Banjarmasin. Menurutnya, kegiatan tersebut penting untuk mengingatkan generasi muda agar tetap mengenal dan melestarikan budaya daerah di tengah perkembangan zaman.
“Boleh menjadi orang maju, boleh menjadi pintar setinggi apa pun. Tapi akar budaya kita di mana kita berada. Orang Banjarmasin jangan sampai lupa dengan budaya kita,” tegas Muchlis.
Ketua OSIS SMA Negeri 5 Banjarmasin, Akhmad Rizky Maulana, mengatakan, gagasan Marasa Banjar muncul dari keinginan para siswa untuk mengambil peran dalam melestarikan budaya daerah.
Menurut Akhmad, generasi muda tidak hanya harus mengenal budaya Banjar, tetapi juga perlu ikut menghadirkan dan memperkenalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya sebagai generasi muda berpikir, langkah apa yang bisa dilakukan generasi muda untuk mengembangkan atau melestarikan budaya. Akhirnya kami memilih mengadakan acara pada momentum Hari Jadi Kota Banjarmasin dengan tema yang seluruhnya mengingatkan kita pada budaya Banjar,” ujar Akhmad.
Ia menuturkan, sejumlah budaya Banjar yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut antara lain sasirangan dan makanan khas Banjar. Berbagai kuliner khas Banjar disajikan melalui stan yang dikelola para siswa.
Akhmad menyebut, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga memberikan pengalaman kewirausahaan kepada peserta didik.
“Setelah mereka tahu, oh, inilah budaya kita, inilah budaya yang mesti kita pertahankan, mesti kita lestarikan, dan mesti kita jaga,” katanya.
Selain itu, para siswa belajar mengelola stan, mengenalkan produk, serta berinteraksi dengan pengunjung. Hal tersebut dinilai dapat membantu menumbuhkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan di kalangan peserta didik.
Akhmad mengatakan, antusiasme siswa terhadap kegiatan Marasa Banjar cukup tinggi. Para siswa menyambut kegiatan tersebut sebagai momentum untuk mengenal kembali budaya daerah.
Dalam kegiatan Marasa Banjar, para siswa juga menampilkan berbagai pertunjukan seni. Di antaranya drama yang mengangkat kehidupan masyarakat Banjar, berbagai tarian Banjar, serta penampilan bertema kepahlawanan.
Melalui penampilan tersebut para siswa tidak hanya diajak mengenal dan melestarikan budaya Banjar, tetapi juga mengenal para pahlawan daerah. PW![]()








