SDIT Cendekia Banjarbaru menggelar Research Fair 2026 sebagai puncak kegiatan Research Project bertema “Energi Dijaga, Air Dirawat: Cendekia Peduli Lingkungan” pada Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi peserta didik untuk mempresentasikan hasil penelitian dan pembelajaran yang telah mereka lakukan selama empat pekan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Mengusung tema energi dan air, kegiatan Research Project melibatkan peserta didik dari kelas 1 hingga kelas 6 dengan pembagian fokus penelitian yang berbeda. Kelas 1, 3, dan 5 mengangkat tema energi, sedangkan kelas 2, 4, dan 6 mendalami tema air. Melalui pembagian tersebut, peserta didik diajak mengenal lebih dekat berbagai persoalan lingkungan, melakukan pengamatan, mencoba berbagai eksperimen, serta menemukan solusi sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Puncak kegiatan yang dikemas dalam Research Fair ini dihadiri oleh orang tua murid. Dukungan juga diberikan oleh FSOG, FAMA, dan Kanakan Shop sebagai sponsor kegiatan. Kehadiran orang tua dan para pendukung menjadi bagian penting dalam memberikan apresiasi terhadap proses belajar, kreativitas, serta keberanian peserta didik dalam menyampaikan hasil riset mereka.
Kepala SDIT Cendekia Banjarbaru, Ustadzah Anni Rohimah, S.Pd.I., menyampaikan bahwa budaya riset merupakan bagian penting dalam membentuk generasi Qurani yang cerdas, kreatif, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
“Kami sangat mendukung kegiatan Research Fair karena memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengembangkan kreativitas, keberanian, rasa percaya diri, serta kemampuan berpikir ilmiah sejak dini,” ungkap Anni Rohimah.
Menurutnya, proses belajar tidak seharusnya hanya berfokus pada kegiatan membaca dan menghafal. Anak-anak juga perlu dibiasakan melakukan pengamatan, percobaan, serta mencari solusi atas berbagai persoalan yang mereka temui di lingkungan sekitar.
“Melalui Research Fair 2026, kami ingin menanamkan kepada anak-anak bahwa belajar tidak hanya dilakukan dengan membaca dan menghafal, tetapi juga melalui pengamatan, percobaan, dan pencarian solusi terhadap persoalan di sekitar mereka,” ujarnya.
Selama empat pekan pelaksanaan Research Project, peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang mendorong mereka untuk aktif mengeksplorasi, mengumpulkan informasi, mengolah hasil pengamatan, hingga mengomunikasikan temuan. Proses ini menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di sekolah dengan permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui tema energi, peserta didik diajak memahami pentingnya menggunakan energi secara bijak dan menghindari pemborosan. Sementara itu, tema air mengajak mereka mengenal pentingnya air bagi kehidupan, memahami proses dan pemanfaatannya, serta membangun kebiasaan menjaga ketersediaan dan kebersihan air.
Selama proses Research siswa juga melakukan field trip atau kunjungan ke PLTA (Tema Energi: Kelas 1, 3 dan 5) dan Laboratorium PTAM Intan Banjar (Tema Air: Kelas 2, 4 dan 6) guna mengamati secara langsung sumber energi dan air dari mana berasal dan proses pengolahannya.
Lebih dari sekadar memamerkan hasil karya, Research Fair 2026 menjadi ruang bagi peserta didik untuk menunjukkan bahwa mereka mampu menjadi pembelajar aktif yang berani bertanya, mencoba, berpikir kritis, dan menyampaikan gagasan. Kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara sekolah, peserta didik, dan orang tua dalam mendukung pendidikan yang bermakna.
Melalui kegiatan ini, SDIT Cendekia Banjarbaru berharap budaya riset dapat terus tumbuh menjadi bagian dari keseharian belajar peserta didik. Sejalan dengan semangat “Energi Dijaga, Air Dirawat: Cendekia Peduli Lingkungan”, sekolah berkomitmen menumbuhkan generasi yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki kesadaran dan tanggung jawab untuk menjaga bumi sebagai amanah yang harus dirawat bersama.
Tentang SDIT Cendekia Banjarbaru

SDIT Cendekia Banjarbaru merupakan lembaga pendidikan Islam terpadu yang berkomitmen menghadirkan pembelajaran bermakna dengan mengembangkan potensi peserta didik, membangun karakter Islami, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui berbagai kegiatan pembelajaran dan program sekolah.*SM![]()








